Tag Archive 'Pokok-Pokok Mu’amalah dalam Syariah Islam Bagian : 1'

Aug 24 2009

Profile Image of sakamadani
sakamadani

Pokok-Pokok Mu’amalah dalam Syariah Islam Bagian : 1

ألسـلام عليكم ورحمة الله وبركاته

بِســمِ اللهِ الرَّحْمَـنِ الرَّحِيـم

Al-Baqarah (2) No. Ayat : : 282

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ إِذَا تَدَايَنتُم بِدَيْنٍ إِلَى أَجَلٍ مُّسَمًّى فَاكْتُبُوهُ وَلْيَكْتُب بَّيْنَكُمْ كَاتِبٌ بِالْعَدْلِ وَلاَ يَأْبَ كَاتِبٌ أَنْ يَكْتُبَ كَمَا عَلَّمَهُ اللّهُ فَلْيَكْتُبْ وَلْيُمْلِلِ الَّذِي عَلَيْهِ الْحَقُّ وَلْيَتَّقِ اللّهَ رَبَّهُ وَلاَ يَبْخَسْ مِنْهُ شَيْئاً فَإن كَانَ الَّذِي عَلَيْهِ الْحَقُّ سَفِيهاً أَوْ ضَعِيفاً أَوْ لاَ يَسْتَطِيعُ أَن يُمِلَّ هُوَ فَلْيُمْلِلْ وَلِيُّهُ بِالْعَدْلِ وَاسْتَشْهِدُواْ شَهِيدَيْنِ من رِّجَالِكُمْ فَإِن لَّمْ يَكُونَا رَجُلَيْنِ فَرَجُلٌ وَامْرَأَتَانِ مِمَّن تَرْضَوْنَ مِنَ الشُّهَدَاء أَن تَضِلَّ إْحْدَاهُمَا فَتُذَكِّرَ إِحْدَاهُمَا الأُخْرَى وَلاَ يَأْبَ الشُّهَدَاء إِذَا مَا دُعُواْ وَلاَ تَسْأَمُوْاْ أَن تَكْتُبُوْهُ صَغِيراً أَو كَبِيراً إِلَى أَجَلِهِ ذَلِكُمْ أَقْسَطُ عِندَ اللّهِ وَأَقْومُ لِلشَّهَادَةِ وَأَدْنَى أَلاَّ تَرْتَابُواْ إِلاَّ أَن تَكُونَ تِجَارَةً حَاضِرَةً تُدِيرُونَهَا بَيْنَكُمْ فَلَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَلاَّ تَكْتُبُوهَا وَأَشْهِدُوْاْ إِذَا تَبَايَعْتُمْ وَلاَ يُضَآرَّ كَاتِبٌ وَلاَ شَهِيدٌ وَإِن تَفْعَلُواْ فَإِنَّهُ فُسُوقٌ بِكُمْ وَاتَّقُواْ اللّهَ وَيُعَلِّمُكُمُ اللّهُ وَاللّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

Dalam Al Qur’anul Karim pada Juz 1 Surrah ke-2 Al Baqarah : 282, yang sudah diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia dari bahasa aslinya Arab, mudah-mudahan sesuai dengan isi, pokok, dan maksud serta hikmah sesuai dengan yang aslinya, sebagaimana berikut :

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermu’amalah tidak secara tunai untuk waktu yang sudah ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. Dan hendaklah seorang penulis diantara kamu menuliskannya dengan benar. Dan janganlah penulis tersebut enggan menuliskannya sebagaimana Allah telah mengajarkannya, maka hendaklah ia menulis, dan hendaklah orang yang berhutang itu meng-‘imlak-kan (apa yang akan ditulis itu), Dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah, dan janganlah ia mengurangi sedikit pun hutangnya. Jika yang berhutang itu lemah akalnya, atau lemah keadaannya ( ekonominya ) atau dia sendiri tidak mampu meng-‘imlak-kan, maka hendaklah walinya meng-‘imlak-kan dengan jujur. Dan persaksikanlah dengan dua orang saksi dari golongan laki-laki diantaramu. Jika tidak ada dua orang laki-laki, maka (boleh /dapat) seorang lelaki dan dua orang perempuan dari saksi-saksi yang kamu ridhoi, agar supaya jika salah satu lupa maka dapat diingatkan oleh seorang yang lainnya. Janganlah saksi-saksi itu enggan untuk bersaksi (memberikan keterangan) apabila mereka dipanggil (disuruh) untuk bersaksi; dan janganlah kamu jemu (malas) untuk menulis hutang itu, baik kecil maupun besar jumlahnya sampai batas waktu membayarnya. Yang demikian itu lebih adil di sisi Allah dan lebih dapat menguatkan persaksian, dan lebih dekat untuk tidak menimbulkan keraguanmu, (Tulislah mu’amalahmu itu), kecuali jika mu’amalah itu adalah perdagangan tunai yang kamu jalankan diantara kamu, maka tidak ada dosa bagimu jika kami tidak menulisnya. Dan persaksikanlah (harus disertai saksi ) apabila kamu berjual beli ; dan janganlah penulis dan saksi saling sulit menyulitkan. Jika kamu melakukan hal yang demikian, maka sesungguhnya hal itu adalah suatu kefasikan pada dirimu. Dan bertakwalah kepada Allah, Allah memberikan pelajaran kepadamu, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

Surrah ke-2 Al Baqarah : 282

Sedikit kajian dari ayat diatas,  dalam penerapan Ekonomi Syariah Islam silahkan Anda  klik disini

وألسـلام عليكم ورحمة الله وبركات

Baitul Tamwil

LKMS BMT SAKAMADANI

http://bmt-sakamadani.blogspot.com/

No responses yet