Archive for May, 2009

May 26 2009

Profile Image of sakamadani
sakamadani

POLA SYARIAH PADA SAAT KRISIS EKONOMI DUNIA: AKANKAH MENJADI PENYEMBUH YANG AMPUH BAGI KRISIS PEREKONOMIAN GLOBAL ??

Kurang lebih 14 abad yang lalu, Allah سبحانه وتعلى telah mengajarkan pokok-pokok mu’amalah, dalam hal ini hukum Syariah Islam yang mengatur hubungan antar manusia dalam hal perdagangan. Jika kita melihat perekonomian yang berkembang dan terjadi saat ini, dan hampir terjadi merata diseluruh belahan dunia, dimana dipakai sebagai rujukan oleh para pemerintah dan para ekonom, sebenarnya sangat rapuh dan bertentangan dengan Prinsip Syariah yang telah disampaikan oleh Allah SWT melalui perantaraan Rasul-Nya, Muhammad SAW. Dengan sangat angkuh dan sombong, Pola Perekonomian yang akhir-akhir ini terkenal dengan nama NEOLIBERALISME itu telah berkembang dan membudaya berabad-abad lamanya, bahkan dipakai sendiri oleh para pemerintahan dan ekonom muslim di dunia. Dan lihatlah, di akhir dasa warsa ( hitungan berdasarkan 10 tahun ) awal di tahun 2000 ini, kesombongan itu telah dilluluh lantakkan dan dihancurkan !!! Apa yang disebut sebagai KRISIS PEREKONOMIAN GLOBAL telah terjadi. Dan hal tersebut telah parah melanda mereka yang mempunyai aliran NEOLIBELARILME itu. Hampir setiap saat kita mendengar dan menyaksikan, perusahaan-perusahaan raksasa di dunia ini terkena dampaknya, dan yang lebih parah lagi, mereka kolaps. Sesuatu yang hampir tidak mungkin terjadi, menurut logika manusia, terutama mereka para penganut faham NEOLIBERALISME . Hal itu tidak begitu parah menimpa, dan bahkan tidak terasa dampaknya bagi mereka yang sudah melakukan perekonomian yang berdasarkan pada Prinsip-Prinsip Syariah Islam. Sebagai sebuah contoh, dapat kita saksikan dengan masih amannya tingkat resiko kredit pada perbankan ber-pola syariah. Kenapa kita ambil contoh Perbankan? Karena diakui atau tidak, pada situasi perekonomian modern saat ini, kehidupan perekonomian suatu Negara, bahkan dunia tidak dapat terlepas dari peran serta sektor perbankan sebagai salah satu sektor riil pendukung sektor-sektor riil lainnya. Mari kita sedikit mengupas, apa sebenarnya sistem perekonomian yang berdasarkan pada prinsip dan berpola Syariah Islam tersebut. Pada prinsipnya, Islam mengajarkan suatu TANGGUNG JAWAB kepada setiap orang, sebagai sebuah makhluk yang merupakan bagian dari makhluk-makhluk ciptaan Tuhan lainnya. Secara garis besar, tanggung jawab seseorang itu dibagi menjadi 2 buah golongan: tanggung jawab kepada Rabb-nya (Tuhannya) dan tanggung jawab kepada sesama makhluk ciptaan Tuhan lainnya, terutama sesama manusia. Sebagai tanggung jawab kepada Rabb-nya (Tuhannya), Allah SWT dalam beberapa firmannya yang telah diterjemahkan dari bahasa aslinya (Arab) memberikan perintah kepada umatnya :

Surrah Ta-Ha (20) : 132

وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا لَا نَسْأَلُكَ رِزْقاً نَّحْنُ نَرْزُقُكَ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَى

“Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa.”

Surrah Ash-Shura (42) : 27

وَلَوْ بَسَطَ اللَّهُ الرِّزْقَ لِعِبَادِهِ لَبَغَوْا فِي الْأَرْضِ وَلَكِن يُنَزِّلُ بِقَدَرٍ مَّا يَشَاءُ إِنَّهُ بِعِبَادِهِ خَبِيرٌ بَصِيرٌ

“Dan jikalau Allah melapangkan rezeki kepada hamba-hamba-Nya tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi, tetapi Allah menurunkan apa yang dikehendaki-Nya dengan ukuran. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui (keadaan) hamba-hamba-Nya lagi Maha Melihat.”

Dalam ayat ini, setiap orang diingatkan bahwa hanyalah Allah سبحانه وتعلى-lah yang ber-hak memberikan rezeki kepada seseorang, tidak yang lain apa pun itu bentuk dan jenisnya. Pada saat seseorang berikhtiar (berusaha) mencari rezeki dari Tuhannya itu, setiap orang diperintahkan untuk selalu mengingat Tuhan-nya dengan jalan (salah satunya) : mendirikan Sholat (berdo’a). Bersamaan dengan itu pula setiap orang diperintahkan untuk sabar, sebuah perbuatan yang amat sangat berat dan tidak mudah untuk dilaksanakan. Oleh karena itulah, mereka yang melaksanakan perintah dalam ayat ini, disebut sebagai manusia yang ber-taqwa (mengikuti segala perintah dan menjauhi segala larangan Allah سبحانه وتعلى). Sedangkan Prinsip Syariah Islam yang membahas golongan kedua, yaitu tanggung jawab seseorang kepada sesama makhluk ciptaan Tuhan lainnya, terutama sesama manusia, dimana pada artikel ini kami batasi pada masalah perekonomian, lebih spesifik lagi perdagangan adalah sebagai berikut :

Surrah An-Nisa (4) : 29

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ لاَ تَأْكُلُواْ أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ إِلاَّ أَن تَكُونَ تِجَارَةً عَن تَرَاضٍ مِّنكُمْ وَلاَ تَقْتُلُواْ أَنفُسَكُمْ إِنَّ اللّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيماً

Hai … orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesama manusia ( orang lain ) dengan jalan yang bathil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka diantara kamu

Surrah Al-Anfal (8) : 27

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ لاَ تَخُونُواْ اللّهَ وَالرَّسُولَ وَتَخُونُواْ أَمَانَاتِكُمْ وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui.

Surrah Al-Anfal (8) : 28

وَاعْلَمُواْ أَنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلاَدُكُمْ فِتْنَةٌ وَأَنَّ اللّهَ عِندَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ

Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar.”

Rasulullah صلى الله عليه وسلّم bersabda, “Tiga golongan orang yang tidak akan diajak bicara oleh Allah kelak di hari kiamat, tidak dipandang dan tidak akan disucikan. Mereka akan mendapat siksa yang pedih.” Abu Dzar ra bertanya, “Siapa mereka.. ya Rasulullah?” Nabi menjawab, ” Mereka adalah orang yang sombong, orang yang suka mengungkit-ungkit telah diberikan kepada orang lain dan orang yang menjual barang dagangan dengan sumpah palsu.”(HR Muslim)Rasulullah صلى الله عليه وسلّم melanjutkan, “Itulah orang yang bangkrut. Ia rajin beribadah tetapi ia tidak memiliki akhlak yang baik. Ia banyak melakukan ketidakadilan, merampas hak orang lain, dan banyak menyakiti hati orang lain.” (HR At Tirmidzi)

Dari sedikit hukum dari sekian banyaknya hukum Syariah yang telah diberikan Allah سبحانه وتعلى untuk umat-nya; dengan segala kerendahan hati, keterbatasan kemampuan , dan tak lupa selalu memohon kepada Allah سبحانه وتعلى agar berkenan memberikan petunjuk dan hidayah-Nya, mari kita mencoba sedikit menafsirkan sebagai berikut :

  1. Sifat jujur sebagai salah satu pokok dasar hubungan personal para pelaku perekonomian
  2. Islam mengajarkan umatnya untuk melakukan perdagangan terhadap BARANG riil, termasuk juga Jasa riil. Perdagangan ini dalam pengertian terjadinya transaksi Jual Beli antara dua belah pihak atau lebih. Bukan perdagangan barang semu seperti halnya pada perekonomian Liberalisme, ( mis: perdagangan Index, VALAS, dan surat berharga semu lainnya )
  3. KEADILAN(fairness). Adil tidak berarti sama. Adil adalah mendapatkan sesuatu menurut kemampuannya masing-masing. Pada perekonomian, pada studi kasus PERBANKAN SYARIAH, KEADILAN (fairness) adalah salah satu Pokok dasar dalam operasionalnya, terutama pada bidang pembiayaan/kredit. Sebagai ilustrasi : Besarnya Angsuran seorang peminjam kredit, akan dinilai dan ditentukan berdasarkan kemampuan finansial usaha (bisnisnya). Dengan kata lain, seandainya ada 2 atau lebih peminjam kredit mengajukan permohonan kredit, masing-masing dengan nominal yang sama, dalam kesepakatan (akad) perjanjian nantinya masing-masing mungkin akan mendapatkan beban angsuran yang berbeda. Hal tersebut tidak berlaku pada PERBANKAN konvensional (non-syariah). Keadilan tersebut berlaku sampai berakhirnya masa perjanjian, dimana PERBANKAN Syariah dilarang keras untuk menurunkan apalagi menaikkan Angsuran dan Pokok pada saat perjanjian itu berjalan, yang mungkin disebabkan oleh kondisi makro perekonomian, misalnya: inflasi, kenaikan atau penurunan suku bunga bank sentral, devaluasi, dsb
  4. Mengharuskan adanya KEIKHLASAN(perasaan suka sama suka dan bersedia menerima dengan sepenuh hati dengan tanpa adanya unsur paksaan sedikit pun ) antara kedua belah pihak, dengan berdasarkan dan mengutamakan prinsip TANGGUNG JAWAB terhadap perjanjian dan amanat
  5. TENGGANG RASA, suatu prinsip yang sangat membedakan antara sistem perekonomian Syariah dan Non-syariah. Harta adalah titipan ( karena pemilik yang hakiki adalah Allah SWT) dan harta adalah cobaan dari Allah سبحانه وتعلى. Dimana harta tersebut tidak akan dibawa oleh seseorang apabila ia meninggal. Dan dalam sebagian harta yang dimiliki itu, terdapat harta yang menjadi hak orang lain. Karena mungkin, kita adalah sebagai perantara dari rezeki yang diberikan oleh Allah سبحانه وتعلى kepada orang tersebut. Dan boleh jadi, Allah سبحانه وتعلى memberikan rezeki kepada seseorang dengan perantaraan orang lainnya. Tenggang rasa ini diwujudkan oleh perintah untuk menafkahkan sebagian rezeki yang dimilikinya, dengan melaksanakan kewajiban : ZIS ( Zakat, Infaq, dan Shodaqoh ) kepada mereka golongan yang ber-hak mendapatkannya sesuai dengan syariah agama, misalnya : fakir & miskin, anak yatim, fisabilillah, kaum kerabat yang membutuhkan, dll.

Sebagai penutup, adalah sebuah kalimat bijak yang mungkin dapat kita jadikan dasar dalam melakukan kehidupan, yang insya Allah adalah kehidupan yang berprinsip pada Syariah Islam :

“Kehidupan baik” bukanlah berarti kehidupan mewah dan yang luput dari ujian, tetapi ia adalah kehidupan yang penuh kedamaian dan diliputi rasa lega, kerelaan, serta kesabaran dalam menerima ujian dan rasa syukur atas segala yang diperoleh. Sesuatu yang jauh dari rasa takut yang berlebih terhadap apa yang akan terjadi kelak atau kesedihan yang melampaui batas atas apa yang telah dilewati. Sesuatu yang tidak pernah menggoyahkan jiwa, kapan pun dan seperti apa pun.”

Semoga bermanfaat

وألسـلام عليكم ورحمة الله وبركات

4 responses so far

May 21 2009

Profile Image of sakamadani
sakamadani

SEPERTI APAKAH FIGUR PEMIMPIN YANG IDEAL MENURUT ISLAM?

Filed under Divisi Litbang

Alloh SWT menurunkan Islam ini sangat lengkap dan komprehensif. Semua aspek kehidupan telah di atur oleh Islam. Tidak untuk mengekang atau membelenggu umatnya, namun lebih kepada mengarahkan umatnya agar selalu sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai manusia.
Islam telah menyediakan tools sebagai intrumen untuk menuntun seseorang agar menjadi pemimpin yang selalu bersedia memperhatikan kondisi orang-orang yang dipimpinnya. Pemimpin yang selalu menomorsekiankan kepentingan pribadinya, sehingga kepentingan orang-orang yang dipimpin selalu menjadi prioritas pertama.
Salah satu tools yang bisa kita gunakan adalah Sholat berjamaah. Dalam sholat berjamah terkandung makna yang dalam, kaitannya dengan figur seorang pemimpin. Sholat berjamaah adalah ibadah yang menggambarkan betapa sangat rapinya hubungan antara pemimpin dalam hal ini adalah Imam sholat dan yang dipimpin dalam hal ini makmum.
Kita mulai dari posisi sholat berjamaah. Setiap sholat berjamaah harus ada Imam dan makmum. Bisa dikatakan berjamaah apabila ada satu orang yang berdiri di depan berarti menjadi Imam dan yang berdiri di belakang berarti menjadi makmum.
Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi apabila seseorang akan diangkat menjadi imam sholat berjamaah. Dari Mas’ud. Ia berkata : “Telah bersabda Rasulullah SAW: ” Mengimami Qaum itu (hendaklah) orang yang lebih bisa membaca Kitabullah Ta’ala. Jika mereka sama tentang bacaan maka yang lebih mengetahui sunnah. Jika mereka sama tentang sunnah, maka yang lebih dahulu hijrah. Jika mereka sama tentang hijrah, maka yang lebih dahulu Islam. Tetapi disatu riwayat: ……..umur, dan janganlah sekali-kali seseorang mengimami seseorang dalam kekuasaannya, dan janganlah ia duduk di tempat kehormatannya, melainkan dengan idzinnya.”(Hadits Riwayat Muslim)
Menurut logika hadits di atas maka kriterai pertama yang harus ada pada pemimpin yang akan dipilih adalah yang paling baik pengamalan ajaran Islamnya dan mempunyai kemampuan lebih dibandingkan yang lain. Sebuah filter yang sangat lembut namun sangat fundamen. Baik tidaknya seseorang dalam menjalankan ajaran agamanya akan menentukan perjalan proses kepemimpinan. Tentu saja bukan dalam tataran formal ritual ibadah namun sampai pada taraf hakekat dalam beribadah, misal rajin puasa Senin Kamis, bukan saja hanya merasakan lapar dan haus, namun sampai pada derajat mampu berempati kepada orang-orang yang dipimpin yang memang kesulitan makan setiap harinya. Empati atas kesulitan yang dialami orang lain adalah instrumen penting bagi sorang pemimpin bangsa.
Kedua, seorang pemimpin adalah yang mampu untuk menoleh kebelakang ke arah makmum dan mengatur shaf sholat berjamaah. Dari Anas, bahwasannya Nabi SAW telah bersabda: “Aturlah Shaf-shaf (Sembahyang) kamu dan dekatkanlah antaranya, dan ratakanlah dengan tengkok-tengkok.” Sholat berjamaah mengajarkan kepada imam untuk selalu memperhatiakan kondisi makmum. Artinya seorang yang patut ditunjuk sebagai pemimpin kalau dalam dirinya muncul sifat-sifat yang selalu memperhatikan kondisi orang-orang yang dipimpin.
Ketiga, seorang pemimpin menurut logika sholat berjamaah adalah yang berusaha selalu memudahkan urusan orang-orang yang dipimpinnya. Dari Abi Hurairah, bahwasannya Nabi SAW telah bersabda: “Apabila seseorang dari kamu mengimami manusia, hendaklah ia meringankannya, karena diantara mereka ada yang kecil dan yang tua dan yang lemah dan yang mempunyai keperluan, tetapi ia bersembahyang sendirian, maka bolehlah ia sembahyang sebagaimana ia suka.” Namun memudahkan bukan berarti tidak sesuai prosedur. Memudahkan disini adalah kalo birokrasi bisa simple, maka tidak perlu dibuat berbelit-belit.
Keempat, seorang pemimpin yang di tuntunkan menurut sholat berjamaah adalah kalau sang imam khilaf dalam mengerjakan sholatnya maka makmum mengingatkan sang imam dengan mengucapkan Subhanallah, sehingga sang imam kembali menjalankan tiap rukun sholat dengan benar. Tidak ada dalam sejarah kalau imam diingatkan oleh makmum, sang imam akan marah-marah kemudian memaki-maki makmum. Artinya seorang pemimpin yang ideal adalah kalo ia salah maka ia cepat-cepat koreksi atas semua salahnya, baik dengan cara diingatkan oleh orang-orang yang dipimpinnya atau atas kesadarannya sendiri.
Kalau keempat kriteria di atas ada dalam diri seorang pemimpin, Insya Alloh Negara kita akan menjadi negara yang Baldatun thoyyibatun warabbun ghafuur. Amiin Yaa Rabbal’aalamiin.
Wallahu’alam bishshawaab.

One response so far

May 16 2009

Profile Image of sakamadani
sakamadani

Misteri Mengorok Diungkap Ilmuwan

Filed under Uncategorized

Mendengkur termasuk salah satu bidang penelitian pakar modern. Bahkan di Jerman ada museum khusus tentang mendengkur.

Oleh: Catur Sriherwanto

Hidayatullah.com–Allah menjadikan tidur sebagai nikmat besar bagi hamba-Nya. Tidur juga merupakan tanda-tanda dari Allah yang dibentangkan di hadapan manusia, agar ia berupaya menguak rahasianya. Dengan tersingkapnya rahasia ini, manusia diharapkan merasakan nikmat karunia Allah itu, dan pada akhirnya menghaturkan syukur, serta mengakui kuasa Allah, Sang Pencipta tanpa tara.

Mendengarkan tidur

Seruan agar manusia memahami kehebatan Allah pada fenomena tidur nampaknya sangat penting. Bahkan sampai ada ayat khusus yang Allah wahyukan berkenaan dengan hal itu: “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah tidurmu di waktu malam dan siang hari dan usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan.” (QS. Ar Ruum, 30:23)

Di ujung ayat Al Qur’an tersebut ada penegasan “Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan.” Sejenak barangkali kita bertanya, apa hikmah di balik pemakaian kata “mendengarkan”? Mengapa bukan “melihat” atau anjuran mengindera dengan cara lain? Pastilah ada hal besar di sini, sehingga Allah sengaja menyuruh manusia untuk “mendengarkan” fenomena tidurnya di malam dan siang hari serta upayanya mencari sebagian karunia-Nya. Apakah hikmah itu?

Sudah pasti Allah-lah yang paling tahu keseluruhan kandungan makna perintah “mendengar” tersebut. Namun, marilah kita selami sedikit hikmah perintah “mendengarkan” itu dalam kehidupan sehari-hari, dan kita batasi bahasan kali ini mengenai tidur saja.

Jika ada anjuran untuk “mendengarkan” fenomena tidur, maka sudah tentu yang didengarkan adalah suara atau bunyi. Dan salah satu di antara bunyi yang dihasilkan aktifitas tidur adalah mengorok atau mendengkur. Benarkah mendengkur itu bukan peristiwa remeh sehingga tidak patut diacuhkan, apalagi dijadikan bahan tertawaan?

Penelitian mengorok

Bagi orang yang menganggap “mengorok” sebagai hal biasa, maka tidak ada hal istimewa yang bisa diungkap. Namun bagi mereka yang serius mengkaji hal yang sekilas tampak sepele ini, maka mengorok adalah hal yang sungguh penting. Apalagi jika mengingat bahwa Allah, Pencipta Mahasempurna, adalah yang menciptakan peristiwa mengorok itu. Tidak mungkin ada kesia-siaan dalam penciptaan mendengkur.

Kita bisa membuktikan hal ini melalui situs pencari terbitan ilmiah PubMed, dan memasukkan kata “snoring” (yang berarti “mengorok”) pada kolom “title” (judul). Akan kita dapati bahwa hingga sekarang sudah 1000 lebih karya ilmiah tentang mendengkur yang diterbitkan ilmuwan mancanegara. Jika pengetahuan tentang mengorok bukan hal penting, para peneliti tidak akan bersusah payah menulis karya ilmiah seberlimpah itu.

Satu dari sekian banyak karya ilmiah terbaru tersebut adalah hasil penelitian Ozgur Yoruk dkk. dari fakultas kedokteran Universitas Atatürk, Turki. Tulisan itu terbit di jurnal European Archives of Oto-rhino-laryngology baru-baru ini. Mereka mengulas hasil penelitian tentang teknik pengobatan yang dilakukan melalui operasi pada bagian dalam mulut yang seringkali bergetar dan memunculkan suara di saat mengorok, yakni jaringan pada anak tekak dan langit-langit mulut pasien. Teknik yang mereka kembangkan ini dinamakan Modified Radiofrequency-Assisted Uvulopalatoplasty (MRAUP).

Ilmuwan gencar meneliti fenomena mengorok karena pada sebagian orang mengorok menimbulkan masalah besar. Masalah ini dapat berupa gangguan kesehatan atau tidak harmonisnya hubungan antar manusia.

Mendengkur juga bisa merupakan gejala berbagai macam kelainan pernapasan yang berkaitan dengan tidur. Kelainan ini muncul akibat penyumbatan saluran udara yang terjadi di saat tidur. Penyumbatan pada tingkat kecil menyebabkan peristiwa mengorok biasa yang tidak berakibat fatal.

Meskipun demikian, suara dengkuran yang terlalu berisik berakibat mengganggu pendamping tidur, keluarga, bahkan tetangga. Dengkuran superkeras merupakan sebuah pencemaran suara dan berdampak buruk pada kerukunan hidup sesama manusia. Contohnya adalah Alan Myatt asal Inggris, yang tercatat sebagai pendengkur terkeras dengan kekuatan 112,8 desibel. BBC menggambarkan angka ini setara dengan kebisingan suara mesin jet. Ia menuturkan bahwa dengkurannya tidak saja mengganggu sang istri, tapi juga para tetangganya.

Jika penyumbatan saluran udara ketika tidur itu sangat parah, bahkan tersumbat sama sekali, ini mengakibatkan gangguan yang disebut sebagai sindrom terhentinya napas saat tidur (Obstructive Sleep Apnea, OSA) – apnea secara harfiah berarti “berhenti bernapas”. Pendengkur yang menderita kelainan ini seringkali berhenti bernapas selama 1 menit atau lebih di saat lelap tidur. Kelainan ini di antaranya berdampak buruk pada penyakit jantung, tekanan darah, dan daya ingat.

Untuk membantu orang-orang seperti inilah para pakar melakukan penelitian ilmiah tentang upaya pengobatan pasien pendengkur, baik melalui operasi atau bukan operasi. Selain dalam bentuk tulisan ilmiah, upaya mereka ini juga terwujud dalam aneka macam teknologi atau alat bantu bagi para pengorok.

Museum mendengkur

Schnarch-Museum Alfeld atau Museum Mengorok Alfeld di Jerman menjadi saksi bahwa mengorok merupakan sesuatu yang luar biasa. Mengorok telah memunculkan kreatifitas manusia dalam rangka membantu sesama mereka yang memiliki masalah tersebut. Bermarkas maya di www.schnarchmuseum.de , museum ini didirikan oleh The Alfelder Schlafapnoe- Gesellschaft (ASG), yakni perkumpulan masyarakat di Alfeld yang memiliki perhatian terhadap apnea.

Museum ini menampilkan berbagai macam perangkat penanggulangan mengorok dari berbagai belahan dunia, yang kuno dan modern. Selain perangkat elektronik dan non-elektronik berbentuk unik, museum yang buka Sabtu Ahad ini memamerkan pula berbagai macam obat-obatan yang diramu untuk membantu meringankan penderitaan para pendengkur.

Demikianlah, tak sekejap apa pun peristiwa di depan mata, tak seberisik apa pun suara yang tertangkap telinga, melainkan ada hikmah maha-agung di balik itu semua. Ini karena Allah menciptakan setiap rincian terkecil hingga terbesar di setiap penjuru alam semesta dengan tujuan dan makna yang haq yang mampu diungkap oleh mereka yang bersungguh-sungguh menggunakan indera, akal dan hati mereka:

“Kami tiada menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya melainkan dengan (tujuan) yang benar dan dalam waktu yang ditentukan.” (QS. Al Ahqaf, 46:3)

Referensi:

1). NM Al Lawati et al. (2009). “Epidemiology, Risk Factors, and Consequences of Obstructive Sleep Apnea and Short Sleep Duration”. Obstructive Sleep Apnea Symposium. January-February 2009. Progress in Cardiovascular Diseases Vol 51 (4): 285-293.

2). C Main et al. (2009). “Surgical procedures and non-surgical devices for the management of non-apnoeic snoring: a systematic review of clinical effects and associated treatment costs.” January 2009. Health Technology Assessment 2009; Vol. 13 (3): iii, xi-xiv, 1-208.

3). O Yoruk et al. (2009). “Treatment of primary snoring using modified radiofrequency-assisted uvulopalatoplasty.” February 2009. European Archives of Oto-rhino-laryngology. [Epub ahead of print]

4). American Sleep Apnea Association Information (2008). “Sleep Apnea Association Information”. (http://www.sleepapnea.org/info/index.html , dikunjungi pada 14 Mei 2009).
5). Medical College of Wisconsin (2007). “Uvulopalatoplasty (UP)”. (http://www.mcw.edu/sleepmed/ObstructiveSleepApneaOSA/SurgeriesforOSA/UvulopalatoplastyUP.htm , dikunjungi pada 14 Mei 2009)

6). BBC News (2001). “Quiet night’s sleep for ‘world’s loudest man’”. 19 June 2001. (http://news.bbc.co.uk/2/hi/health/1396836.stm , dikunjungi pada 14 Mei 2009)

7). Museum of Snoring Alfeld. (http://www.schnarchmuseum.de/html/englisch.html , dikunjungi pada 14 Mei 2009)

Sumber: www.hidayatullah.com

Appleseeds- 468 x 60- New Appleseeds Online Outlet Store

2 responses so far

Older Posts »