Archive for February, 2009

Feb 24 2009

Profile Image of sakamadani
sakamadani

Syiar Islam: Alasan MURTAD dari sudut pandang Fardhu Kifayah.

Memikirkan Fardhu Kifayah Baru


“ Al kisah ada sebuah keluarga muslim yang cukup taat dalam menjalankan ibadahnya, namun beliau dari golongan miskin, dengan pendapatan jauh dibawah UMR per bulannya. Pada Suatu hari, salah satu anggota keluarga itu mendapatkan cobaan dari Allah, berwujud penyakit yang menurut dokter, cukup parah dan secara perhitungan medik dapat mengancam keselamatan jiwanya. Menurut saran dokter pula, ia harus segera dirujuk ke rumah sakit agar segera mendapatkan perawatan yang intensif. Beradasarkan kalkulasi sementara, pengobatan itu akan memerlukan biaya dalam jumlah yang besar, sehingga  keluarga tersebut tidak sanggup untuk menopangnya.
Sebagai upaya dari anggota keluarganya yang lain, mereka berusaha kesana dan kemari untuk mengusahakan calon biaya tersebut. Diberbagai lembaga perbankan maupun pembiayaan, mereka ditolak dan mengurungkan niatnya dengan berbagai alasan, diantaranya: tidak memiliki agunan, diragukan kemampuan bayarnya, bunga yang tinggi dan mencekik, dan berbagai alasan lainnya.
Tidak terduga-duga oleh mereka, datang bantuan yang amat sangat lunak yang sepintas lalu menurut akal manusia sangat berguna dan bodoh kalau ditolak. Dibalik bantuan tersebut, ternyata ada suatu persyaratan yang amat sangat berat untuk dilakukan, terutama bagi mereka orang-orang yang beriman dan bertaqwa. Di BAPTIS …. Dan bersedia menjadi jema’at sebuah Gereja !!! “

Dari sepenggal cerita di atas, apabila bantuan itu mereka terima, dengan segala persyaratan yang menyertainya, kita … umat Muslim lainya, pastilah akan mengatakan … MURTAD …DOSA BESAR… karena berkhianat dan tidak kuat mendapatkan cobaan dari Allah SWT.
Benarkah demikian ??? Bagaimana seandainya logikanya dibalik ?? “ Bukankah kita … umat muslim lainnya kelak akan dituntut pertanggungjawaban yang sama … atau bahkan lebih berat dari keluarga itu … atas terjadinya peristiwa itu ?? ” Atas ketidakpedulian kita terhadap sesama? Atas pembelanjaan rejeki yang kita terima …. Dimana didalam sebagian dari rejeki kita itu terdapat hak orang lain…yang oleh Allah SWT diberikan kepadanya melalui perantaraan kita??

Dalam kerangka ‘FARDHU KIFAYAH’ , bukankah kita semua umat Muslim harus menanggung dosa yang sama, apabila peristiwa itu terjadi ??? Mengurus jenazah sesama Muslim, menurut ajaran Islam adalah termasuk dalam Fardhu Kifayah, karena si Jenazah sudah tidak mampu mengurus dirinya sendiri. Oleh karena itu, bukankah seiring dan sejalan … senasib sepenanggungan … kondisi tersebut dengan kondisi keluarga Muslim yang terpaksa MURTAD itu ??

Oleh Rasulullah SAW seluruh umat Muslim diajarkan untuk peduli kepada sesama, jangankan kepada sesama umat manusia …. apalagi kepada sesama umat Muslim… kepada sesama makhluk citaan-NYa pun berlaku ajaran demikian !!
Ajaran Islam menyandarkan diri pada ‘kekuatan iman yang aplikatif’. Yang mampu menghadapi tantangan pada setiap perubahan jaman. Tidak monoton dan kaku.

Di dalam Al-Quranul Karim, hampir tidak ada perintah Sholat yang tidak diikuti oleh perintah ber-ZAKAT. Dan juga sangat jarang adanya penyebutan iman yang tidak diikuti dengan kata ‘ Amalus Shalihah’. Amat sangat jelas, kita umat Muslim dituntut untuk berperilaku hidup yang mengacu pada keseimbangan Dunia dan Akhirat. Vertikal dan Horizontal. Kepada Tuhannya dan kepada sesamanya.

Sholat adalah tiang agama…dan adalah amal yang paling dahulu dihisab. Dari jaman Rasulullah SAW hingga kita sekarang atau bahkan kelak anak cucu kita, belum dan tidak akan ada yang pernah tahu seberapakah nilai dan kesempurnaan Sholat yang telah kita lakukan menurut pandangan dan penilaian Allah SWT. Oleh karena itu, dalam rangka ikhtiar ini, dalam rangka menuju kesempurnaan Sholat , maka sesuai dengan perintah-Nya, ibadah Sholat HARUS disempurnakan dengan ZAKAT.

Demikian pula dengan keimanan, Iman kepada Allah SWT tidak akan pernah sempurna, apabila tidak diikuti denga perbuatan mulia yang nyata dan bermanfaat bagi sesama.

Belakangan ini, kepedulian sesama itu telah memudar. Bahkan muncul fenomena baru :‘ FORMALITAS AMAL’, sebagai contoh : kita sudah merasa cukup beramal dan dermawan, apabila kita memasukkan infaq di masjid pada saat kita bersembahyang Jum’at. Walaupun hal itu termasuk hal yang lebih baik daripada tidak sama sekali.

Akan tetapi wahai saudaraku, apabila kita berpikiran sempit seperti itu dan terjebak dalam fenomena ‘FORMALITAS AMAL’ seperti itu, umat Islam tidak akan pernah bisa maju di negeri ini….apalagi di dunia ini !!! Dalam berbagai pembicaraan dan pengajian, kita lebih suka mengatakan : “Lembaga Gereja itu kaya….operasional dan dakwah mereka didanai oleh donatur dan lembaga kaya dari luar negeri!”.
Sudahkah kita umat muslim PERNAH BERDERMA SECARA LAYAK dan sesuai dengan tuntunan-Nya ??? Kenapa orang lain..umat lain bisa sedangkan kita tidak ??? Atau jangan-jangan kita malah ringan membelanjakan harta kita untuk membuat spanduk partai…menyuap kesana kemari… demi 3 buah huruf, yang dalam ungkapan bahasa Jawa berbunyi : ‘WAH’ yang merupakan sebuah bentuk dari egoisme terstruktur dari diri pribadi kita ….akan tetap kita pertahankan dan junjung tinggi-tinggi sampai maut menjemput kita ??!!! Naudzubillahimindzalik …..

( Dengan tanpa mengurangi rasa hormat, dan jauh dari maksud untuk menarik Anda ke dalam sebuah ORMAS tertentu, Artikel ini digubah dari tulisan Sdr. ISMA dalam halaman Sajian Utama, Suara Muhammadiyah, No.2 /TH Ke-94, 16-31 Januari 2009 )

3 responses so far

Feb 13 2009

Profile Image of sakamadani
sakamadani

Fenomena Alam. Bagaimanaka kita menyikapi ?

Indonesia dilanda badai krisis …. !!!!!!!!!!!!! Kata-kata dan tulisan itu sudah akrab dimata dan telinga kita, umat Tuhan SWT yang dilahirkan di tanah yang bernama Indonesia ini. Sedikit kami ingatkan, bukankah kata-kata itu muncul dan terkenal sejak tahun 1998….yang oleh para ahli ekonomi yang notabene berkiblat dan hasil didikan dunia ‘barat’ …. Dikatakan krisis … ataupun badai Moneter ?!?

Apapun alasannya dan apaun itu namanya …. Diakui atau pun tidak … itulah hal dan kejadian yang harus kita hadapi. Dan yang amat patut kita pertanyakan dan harus kita cari jawabannya ….. kenapa krisis itu sampai tahun 2009 ini, yang berarti sudah lebih dari 1 dekade dalam satuan hitungan manusia, belum menampakkan tanda-tanda akan berkurang …. Apalagi menghilang !!! Bahkan kalau kita mau jujur dan menjawab dengan “hati nurani” kita…..tempat dimana terdapat kejujuran, keluguan, kepolosan, dan tempat dimana biasanya gelombang-gelombang dari petunjuk dan ajaran Allah SWT bernaung ……krisis ini semakin parah dan sudah melanda berbagai sektor… Kenapa demikian ??!?

W.A.J.A.R !!!!
Untuk saat ini, itulah jawaban yang menurut kami paling pas dan tepat . Dalam istilah bahasa Jawa : “ Wes sak patute … lan wes sak pas-e !!!”

Amat sangat disayangkan …. Krisis itu telah melanda AKHLAK dan MORALITAS mayoritas rakyat dan penduduk Indonesia. Tidak itu peduli mereka yang berkedudukan dan berstatus sebagai Pimpinan di negri ini …. Ataupun rakyat jelata. Disemua lapisan ….pada hampir sebagian besar sector kehidupan di negeri ini. ( Maaf … kami tidak mempergunakan istilah PEMIMPIN dalam kalimat ini, karena memang sampai saat ini, kami pandang tidak tercermin sifat, watak , dan tingkah laku mereka sebagai seorang ‘Pemimpin’ .. )

Kenapa kita saling berlomba-lomba untuk menuntut ‘Hak’ kita ….. kenapa pada saat kita membicarakan ‘kewajiban’…..seolah olah kita menjadi “ Bisu “ …. “ Tuli ….. dan bahkan “Pekak” ???? Padahal manusia dengan ciri-ciri sebagaimana yang kami sebutkan itu …… menurut Allah SWT dalam kitab-Nya … Al Qur’anul Karim adalah serendah-rendahnya derajat dan sehina-hinanya manusia ??? Kata-kata itu telah disebut berulang kali oleh Allah SWT pada ayat-ayat-Nya….

Sudah menjadi konsumsi sehari-hari bagi telinga dan mata kita …… Pemimpin atau pun penguasa menindas rakyatnya ….. Ayah memperkosa anak kandungnya ….. Anak memperkosa ibu kandungnya …. Masalah-masalah sepele berujung pada kematian… temannya….tetangganya …. Atau bahkan saudaranya. Demi tahta ….. dan wanita ….[perhiasan duniawiah]…..orang menjadi buta. Yang Haram dihalalkan … sedangkan yang nyata-nyata haram malah dihalalkan. Alam dirusak …. Dengan berbagai pembenaran dari sebuah alas an.
AGAMA dijadikan KOMODITAS ……… Hak Asasi Manusia dijadikan KOMODITAS …. Dan masih banyak lagi …. !! Bahkan ….. maaf sebelunya, KOMODITAS untuk mencari dan ladang untuk mencari UANG. Subhanallah …… Allahu Akbar …… Inikah sebuah Fenomena dari era ‘keterbukaan informasi’ …. Ataukah ….. fenomena rusaknya Akhlak kita ????

Oleh karena itu, bukan kah ‘Wajar’ adalah sebuah jawaban yang tepat ???? Walapun sebuah ke’wajar’an itu sendiri belum berarti benar … dan sebuah kebenaran???????
Wahai saudaraku …… yang hidup dibumi pertiwi ini…..Allah SWT menciptakan bumi dengan segala isinya adalah tidak untuk sia-sia …. !!! Ingatkah kita akan ancaman Allah SWT dalam Al-Qur’anul Karim …… seandainya ‘kepongkahan’ manusia it u terus menjadi-jadi …. Dan seandainya Allah SWT berkehendak untuk mengganti seluruh manusia di alam ini …. dengan makhluk baru …. Yang lebih patuh dan taat ….. itu adalah sebuah pekerjaan yang ringan bagi-Nya !!!

Ingatkah kita …. Manusia yang dengan ke-[Pe-De]annya menjawab ‘sanggup’ untuk menjadi KHALIFAH di muka bumi …… padahal makhluk-makhluk Allah SWT yang lain tidak ???

Allah SWT telah mengijinkan kita untuk menggapai setinggi-tingginya ilmu …. Bahkan sampai langit yang paling tinggi sekalipun apabila mampu …..Tapi ingatlah wahai saudaraku…..tidak akan pernah dan mampu …. Sampai kapanpun kita …. Untuk menembus bumi ini……. melalui perutnya hingga ke permukaannya disisi yang lain !!!!
Rasulullah Muhammad SAW ditugaskan ke muka bumi ini adalah untuk memperbaiki akhlak manusia … Akan tetapi setelah lebih dari 1000 tahun sepeninggalnya …… bagaimana keadaan kita saat ini ??

Iqro’ …… !!! Bacalah …. !!!
Itulah kata yang diturunkan pertama kali kepada Muhammad sebelum beliau diangkat menjadi rasul. Iqro’ ….. adalah sebuah pelajaran pertama ….. dan perintah bagi kaum muslimin. Menurut riwayat turunnya…. Kata itu sampai diulang 3 kali oleh malaikat Jibril as. Dan menurut riwayatnya pula, pada saat kata itu diucapkan oleh malaikat Jibril as…..Muhammad SAW….seorang manusia yang punya keistimewaan sedemikian tingginya dihadapan Allah SWT….sampai berkeringat dingin.
Dalam konteks jaman saat ini, tidak usah dulu kita membicarakan Al-Qur’an sampai panjang lebar …. Sampai ke JUZ-nya yang 30 itu….. Sudahkah kita mempelajari …. Meresapi …. Dan mengamalkan ….. Ayat pertama itu ????

Marilah kita membaca segala apa yang ada disekitar kita ….. dengan Mata dan Hati Nurani kita. Sebagai manusia …. Dan makhluk Allah SWT….sudah ‘PATUT’kah perbuatan kita??? Sudah ‘PANTAS’kah segala tidak tanduk kita ??? Atau sudah ‘PATRAB’kah apa yang telah kita lakukan sesuai dengan kewajibannya masing-masing ??? Dalam konteks horizontal …. Kepada sesama….baik itu sesama manusia maupun sesama makhluk Allah SWT….dan dalam konteks vertikal …. dalam penghambaan dan pengabdian kita kepada Allah SWT sebagai sebuah makhluk ciptaan-Nya ???


WEDHUS GEMBEL G. MERAPI yang membentuk lafal ALLAH


LETUSAN LUMPUR LAPINDO yang membentuk lafal ALLAH


RIAK GELOMBANG TSUNAMI dari ACEH di perairan Bangladesh dari Foto SATELIT yang membentuk lafal ALLAH


KALIGRAFI DI BATANG POHON yang membentuk lafal ALLAH

Segala apa yang ada dilangit dan dibumi tunduk dan sujud kepada-NYa….bertasbih dan bertahmid kepada-Nya ….. gambar-gambar diatas hanyalah segelintir kejadian yang dapat ditangkap oleh rekayasa dan rancang bangun teknologi manusia. Sekedar untuk mengingatkan kita …. Dimana terekamnya kejadian itu pun sudah barang tentu atas kehendak dan ijin-Nya. Gambar-gambar itu hanyalah setitik air dalam samudera ayat-ayat-Nya yang sekedar bertujuan untuk mengingatkan kita … Untuk terus ‘Iqro’”…. ‘membaca’ ….. dan tanggap dengan sekitar kita.

Fenomena-fenomena alam lain, yang dapat kita simpulkan sebagai sebuah ‘PERINGATAN’ bagi manusia …. Yang kebetulan menimpa dan terjadi pada diri dan saudara-saudara kita di tanah air ini antara lain :
1. Gempa bumi yang merenggut dan membinasahkan Jiwa , perhiasan, dan hasil kebudayaan manusia di Liwa, Aceh, Nias, Padang, Bengkulu, Jogjakarta dan Jawa Tengah.
“ Kami penulis dan pengurus BMT Saka Madani, adalah salah satu saksi kedahsyatan gempa beserta kebesaran-Nya dan sifat kasih sayang-Nya di daerah Bantul, Yogyakarta . Telah kami saksikan dengan mata kepala kami sendiri, tanah bagaikan hamparan pohon padi yang ditiup angin …. Permukaan tanah bagaikan permukaan laut dengan ombaknya yang berjalan….tanah bagaikan hamparan karpet yang didalamnya ada tikusnya yang sedang berjalan… Kami saksikan bagaimana tanah yang membelah kemudian menutup kembali pada saat gempa yang kedua….
Sebuah bentuk kebudayaan …. Keteraturan … dan kemapanan …. di lingkungan sekitar kami yang lenyap hanya dalam tempo kurang dari 1 menit.
Mayat-mayat saudara kami ….. teman kami… tetangga kami … yang beberapa jam yang lalu ngobrol dengan kami, kini bergelimpangan diletakkan oleh para relawan dipinggir-pinggir jalan. Yang kami bayangkan pada saat itu …. Bagaimana jika gempa itu lebih dari 1 menit saja ?? Tidak usah sampai 1 jam… Bagaimana jika isu Tsunami yang menimpa kami pada beberapa menit setelah gempa itu benar-benar nyata seperti saudara kita di Aceh sana??? Bagaiman jika Gunung Merapi yang jaraknya dekat dengan Jogja … ikut-ikutan demo dengan laharnya ?? Subhanallah …. Walhamdulillah … Allahu Akbar ….. kejadian itu hanya seperberapanya dari kejadian kiamat nanti ?? Yang oleh Allah SWT digambarkan …. Gunung-gunung berterbangan bagai kapas …. Bumi atau tanah bergoncang !!! Subhanallah …. Walhamdulillah … Allahu Akbar
Dikala itu, seluruh masyarakat Jogja-Jateng dan sekitarnya …. Diakibatkan karena ‘kecongkakan’ dan ‘kepongkahan’ manusia dengan teknologi dan ilmu pengetahuannya….Para ilmuwan beserta aparat pemerintahan dengan sangat yakinnya memperkirakan bahwa Gunung Merapi akan meletus….Sehingga perhatian dan pengerahan seluruh infrastruktur mengarah ke dareah D-1 lereng Merapi….
Tidak ada barang satu pun bayangan dan sangkaan dalam benak kami masyarakat Jogja-Jateng dikala itu, justru bukannya lereng Merapi yang terkena bencana …. Justru malah daerah pinggiran pantai selatan… Bantul yang terkena bencana. Masih jelas dalam bayangan kita dikala itu, seorang manusia yang bernama MARIDJAN …. Dengan keluguannya…kepolosannya….keteguhannya…. dalam berusaha untuk ‘PATUT, PANTAS dan PATRAB’, dan sebagai seorang yang ditugasi mengawasi Merapi oleh pihak Keraton Yogyakarta … memilih untuk menjadi manusia yang terakhir kali meninggalkan lereng Merapi. Bahkan beliau sempat berkata: ‘Merapi sedang batuk… dan akan memuntahkan rejeki-Nya kepada manusia’.”
2. Tsunami di Aceh dan Pangandaran yang merenggut ratusan ribu nyawa manusia, belum harta dan berbagai hasil kebudayaan yang hancur.
Kita saksikan sendiri lewat berbagai media …. Bagaimana kedahsyatan ‘air bah’ dari laut yang konon katanya bahkan ada yang setinggi 35 meter. Bagaimana tidak terduganya air itu datang melibas manusia dengan segala harta & kekayaannya. Dan sampai saat ini pun masih dapat kita lihat dan kita dengar bekas-bekas kejadian beserta berbagai kejadian diluar nalar dan akal manusia yang melingkupinya. Bagaimana Masjid RAYA NAD tetap kokoh ditengah terjangan ‘air bah’ dan dijadikan tempat berlindung bagi manusia.
3. Peristiwa jatuh dan hilangnya pesawat Adam Air di perairan Maluku.
Bagaimana pemerintah dan aparatnya dikala itu sibuk dan bingung mencari bangkai pesawat. Saking tidak berdayanya aparat di kala itu, sempat mengundang kedatangan sebuah kapal perang observasi dari US NAVY yang konon menurut ceritanya …. Adalah kapal tercanggih dan termutakhir untuk mengetahui dasar laut ….. bahkan sampai dibawah dasar laut pun kalau seandainya perlu. Saking bingungnya pada saat itu, aparat pemerintah sampai memberikan janji hadiah uang tunai kepada penemu bangkai pesawat.
Dan masih segar pula dalam ingatan kita, akhirnya sayembara itu berhasil dimenangkan oleh seorang nelayan tradisional.
Fenomena-fenomena itu hanya segelintir gambaran, dimana kita harus mampu dan dapat mengambil hikmah disetiap kejadian yang menyertainya. Dimana kita harus mengamalkan perintah ‘Iqro’” yang ditujukan kepada kita. Dan dimana hampir disemua kejadian-kejadian itu, terjadi diluar dugaan dan perhitungan akal manusia sebelumnya.

Fenomena-fenomena alam, bahkan yang sampai merusak hasil kebudayaan manusia itu tergantung dari sisi mana kita menyikapinya. AZAB kah ??? Atau PERINGATAN kah dari Allah SWT ??? Tidaklah suatu yang krusial untuk memperdebatkannya …. Karena memang hak untuk meng-AZAB dan memberi PERINGATAN itu bukan di tangan kita…. Yang kita WAJIB mencari jawabannya adalah ….. bagaimana agar ancaman Allah SWT untuk memusnahkan makhluk yang bernama manusia itu tidak menimpa pada kita. Bagaimana kita melaksanakan kewajiban kita … janji kita untuk menjadi KHALIFAH di muka bumi ini secara ‘PATUT, PANTAS, dan PATRAB’. Mari kita perbaiki Akhlak …. Dimulai dari diri kita sendiri, meningkat kepada anak-anak sebagai generasi penerus kita …. Suami/istri kita … saudara kita …. Tetangga kita … dan seterusnya. Semua itu tidak akan pernah bisa terwujud kalau hanya sekedar digembar-gemborkan kesana dan kemari….. Semua itu akan
Mari kita utamakan kewajiban kita sebelum mebicarakan …. apalagi menuntut hak kita. Mari kita berusaha segera memulai untuk menjadi MANUSIA yang berguna ….. minimal berguna bagi lingkungan sekitar kita.

Semua itu tidak akan pernah bisa terwujud kalau hanya sekedar digembar-gemborkan kesana dan kemari ….. Semua itu akan akan terwujud, Insya ALLAH jika kita berbuat dan berusaha ….. dan dengan cara memberikan contoh kepada anak, istri, saudara, tetangga kita …. Sebagaimana SIASAH dakwah yang pernah dilakukan Rasulullah SAW dikala itu.

INSYA ALLAH krisis ini akan hilang dengan cepat. Dan mari kita resapi bersama : “ Sesungguhnya yang hak [benar] pasti akan menang … dan yang bathil pasti akan LENYAP !!!” Amin Ya Rabbal ‘Alamien

124 responses so far

Feb 09 2009

Profile Image of sakamadani
sakamadani

Jihad Fisabilillah !!! Haruskah dengan kekerasan??

J.I.H.A.D..!!!! Sebagaimana kami cantumkan pada tulisan terdahulu.
SEBUAH kata, yang jika qt membaca susunan huruf tersebut, adalah sebuah konotasi negatif yang menyertai keberadaanya. Konotasi NEGATIF ?? Bukankah JIHAD itu perintah Allah melalui Rasulullah SAW..????
Ya benar …. jihad adalah salah satu sunatullah …. salah satu perintah Allah SWT. Yang apabila qta lakukan dengan ikhlas Lillahita’ala, insya Allah qta akan terbebas dari hisab kelak di hari pembalasan. Dimana tidak setiap orang bisa melakukannya…bahkan seseorang yang mengaku dirinya Islam atau bahkan menganggap dirinya orang Shaleh sekalipun…. Betapa mulianya bukan ??? Orang-orang yang mau …. bersedia …. ataupun meng-’korban’ dirinya dengan penuh keikhlasan…. melaksanakan perintah ber-JIHAD itu ??
Tapi kenapa, terutama dalam kurun waktu belakangan ini, pada kata JIHAD tersebut menyertai dan melekat sebuah konotasi jelek….asumsi negatif….atau bahkan ‘mengerikan dan ancaman besar’ terutama bagi saudara-saudara kita kalangan non-muslim?? BUKANKAH ISLAM …… AGAMA YANG MENGAJARKAN BER-JIHAD ITU …. ADALAH AGAMA YANG RAHMATAN LIL ‘ALAMIEN ????? Bukan hanya terbatas dan sebatas pada RAHMATAN LIL MUSLIMIN …. !!!
Coba mari kita renungkan bersama….Umat Muslim yang salah tafsir terhadap perintah JIHAD …. Ataukah memang ada konspirasi terorganisir untuk menjatuhkan martabat dan menfitnah Islam dan umatnya ???
Marilah saudara-saudaraku ….. qt bersama-sama ‘tergerak’ untuk mencari jawabannya …. dan insya Allah apabila sudah …. qt diberi kekuatan oleh-Nya untuk merefleksikan dan mengamalkannya dalam sisa hidup ini …..

One response so far

Older Posts »