<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>Forum Diskusi Lembaga Keuangan Mikro Syariah</title>
	<atom:link href="http://sakamadani.blog.ekonomisyariah.net/?feed=rss2" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sakamadani.blog.ekonomisyariah.net</link>
	<description>Baitul Maal Wat Tamwil Sakamadani</description>
	<pubDate>Thu, 18 Mar 2010 03:46:10 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.3</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Jihad Fisabilillah : menurut Dasar Hukum Syariah Islam</title>
		<link>http://sakamadani.blog.ekonomisyariah.net/?p=282</link>
		<comments>http://sakamadani.blog.ekonomisyariah.net/?p=282#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 30 Aug 2009 15:45:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sakamadani</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Divisi Litbang]]></category>

		<category><![CDATA[Program Baitul Maal Saka Madani]]></category>

		<category><![CDATA[Jihad Fisabilillah : menurut Dasar Hukum Syariah Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sakamadani.blog.ekonomisyariah.net/?p=282</guid>
		<description><![CDATA[Jihad Fisabilillah : menurut Dasar Hukum Syariah Islam 
ألسـلام عليكم ورحمة الله وبركاتهبِســمِ اللهِ الرَّحْمَـنِ الرَّحِيـم

Al-&#8217;Imran (3)  : 142

أَمْ حَسِبْتُمْ أَن تَدْخُلُواْ الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَعْلَمِ اللّهُ الَّذِينَ جَاهَدُواْ مِنكُمْ وَيَعْلَمَ الصَّابِرِينَ
Dalam Al Qur’anul Karim pada Juz 4 Surrah III Ali Imron : 142, yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dari bahasa aslinya Arab, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Jihad Fisabilillah : menurut Dasar Hukum Syariah Islam </em><br />
<span style="font-weight:bold">ألسـلام عليكم ورحمة الله وبركاتهبِســمِ اللهِ الرَّحْمَـنِ الرَّحِيـم</p>
<p></span></p>
<p align="center"><strong>Al-&#8217;Imran (3)  : 142</strong><strong><br />
</strong></p>
<div><strong>أَمْ حَسِبْتُمْ أَن تَدْخُلُواْ الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَعْلَمِ اللّهُ الَّذِينَ جَاهَدُواْ مِنكُمْ وَيَعْلَمَ الصَّابِرِينَ</strong></div>
<p>Dalam Al Qur’anul Karim pada Juz 4 Surrah III Ali Imron : 142, yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dari bahasa aslinya Arab, mudah-mudahan sesuai dengan isi, pokok, dan maksud serta hikmah sesuai dengan yang aslinya, sebagaimana berikut :
</p>
<p align="center"><em>“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad diantaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar.”</em><strong><em> Surrah III Ali Imron : 142</em></strong></p>
<p>Menurut Syariah Islam (<em>berdasarkan buku <strong>Al qur’an dan Terjemahannya</strong>, Yayasan Penyelenggara Penterjemah/Pentafsir Al Qur’an Republik Indonesia, 1971, Hadiah dari : Raja Fahd ibn ‘Abdl al ‘Azis Al sa’ud)</em>, yang dimaksud dengan <em>‘jihad fisabilillah’</em> adalah :</p>
<ol>
<li>Berperang untuk menegakkan Islam dan melindungi orang-orang Islam;</li>
<li>Memerangi hawa nafsu;</li>
<li>Mendermakan harta benda untuk kebaikan dan umat Islam;</li>
<li>Memberantas yang <em>‘Bathil’ </em>(Salah) dan menegakkan yang <em>‘Haq’</em> (benar)</li>
</ol>
<p>Dalam perspektif modern dan keadaan yang terjadi  pada era tahun 2000-an ini, juga berdasarkan ajaran <strong>Allah سبحانه وتعلى</strong> dalam salah satu ayat-Nya yang menceritakan tentang hewan: <strong>Lebah</strong>, dimana sifat lebah tersebut adalah :</p>
<ul>
<li>Lebah <em>hanya mau memakan sari pati dari suatu tumbuhan</em>. Sari pati tumbuhan adalah suatu inti dari sebuah pohon dan merupakan sesuatu yang bersih/suci.</li>
<li>Di dalam rumahnya,  lebah <em>menghasilkan  suatu zat yang bernama madu, yang dapat berguna bagi makhluk-Nya yang lain</em>, makhluk-Nya yang paling sempurna, yaitu manusia.</li>
<li>Ketika Lebah mencari makan, dan terlebih dimanapun dia berada, i<em>a tidak akan mengakibatkan kerusakan</em>, bahkan pada tempat dimana dia mencari makan sekalipun, dan walaupun wujudnya kecil sekalipun, yaitu ujung putik sebuah bunga.</li>
<li>Semangat <em>persatuan lebah sangat tinggi</em>, terutama ketika ia atau keluarganya diusik. Ia tidak segan-segan dan tanpa rasa takut akan berusaha melawan, hingga mungkin nyawanya pun tidak dia hiraukan keselamatannya, dan walapun lawannya mempunyai fisik yang jauh lebuh besar dan sempurna dari dirinya.</li>
</ul>
<p><strong><em>Subhanallah</em></strong>…..sebuah ajaran yang sangat indah dari <strong>Allah سبحانه وتعلى</strong>. Umat Islam, yang dapat bertindak atas nama individu yang mewakili diri pribadinya masing-masing, maupun sebagai sebuah jama’ah yang bertindak mewakili dan merupakan cerminan sebuah umat, umat berakhlak mulia, dibawah pimpinan <strong>Rasulullah صلى الله عليه وسلّم</strong>, maka umat Islam harus menjadi makhluk-Nya yang bermanfaat dan tidak boleh membuat kerusakan di muka bumi ini. Hal itu dikarenakan pula bahwasanya, manusia adalah<em> ‘khalifah’</em> pemimpin di muka bumi, bukan pimpinan yang sering arogan dan membuat kerusakan di muka bumi.</p>
<p>Wahai saudara-saudaraku….marilah kita ingat, ketika    <strong>Allah سبحانه وتعلى</strong> menawarkan kepada semua makhluk-Nya,  untuk menjadi <em>‘khalifah’</em> di muka bumi   <strong>Allah سبحانه وتعلى</strong> ini, hanyalah manusia, satu-satunya makhluk yang bersedia, ketika makhluk-makhluk-Nya yang lain tiada sanggup untuk menjunjung tugas mulia itu. Terlebih lagi, kita umat muslim adalah manusia termulia, untuk itulah marilah kita mejadi makhluk-Nya yang bermanfaat dan tidak membuat kerusakan, minimal terhadap diri kita sendiri dan lingkungan kita.</p>
<p>Marilah kita tegakkan Syiar Islam, sebagaimana saat <strong>Rasulullah صلى الله عليه وسلّ</strong>م  berdakwah. Dengan kasih sayang dan sifat pemaaf.  Jika memang JIHAD itu ditafsirkan sebagai perang, marilah kita kembalikan kepada tuntunan dan ajaran  <strong>Allah سبحانه وتعلى</strong> pada sifat lebah sebagai mana tertulis di atas. Dan itu adalah sebuah jalan akhir, jika memang sudah tertutup jalan yang lain selain perang. Bukan berarti umat Islam adalah sebuah umat yang lemah atau pun penakut. <em><strong>Allahu Akbar</strong>…..   <strong>Allah سبحانه وتعلى</strong> <strong>Maha Besar dan Maha Kuasa</strong>.</em></p>
<p>Marilah kita buka mata kita…hati kita, berpikirlah secara dingin dan rasional terhadap kejadian yang akhir-akhir ini menimpa kita: <strong>antar sesama muslim telah diadu domba, baik antar jama’ah maupun antar Negara !!! </strong><strong><em>Subhanallah</em></strong> …..Bukankah demikian ??????? Kita tidak usah sibuk mencari-cari oleh siapa …. dan tujuannya dibalik itu semua. Karena memang sudah jelas…dan sangat jelas tertulis dalam <strong>Al Qur’anul Karim</strong>, siapakah gerangan dibalik semua ini !!!!</p>
<p>Yang perlu kita lakukan adalah : marilah kita kembali kepada <strong>Al Qur’an dan As Sunnah</strong>, karena itu adalah senjata utama kita. Marilah kita menjadi umat dan jama’ah yang KUAT, <strong>kuat dalam bidang PERSATUAN…..kuat bidang EKONOMI…..dan terlebih kuat  dalam AKHLAK  !!!</strong> Jika itu telah kita lakukan, yakinlah bahwa    <strong>Allah سبحانه وتعلى</strong> bersama kita. TIDAK MUNGKIN TIDAK !! <strong><em>Allahu Akbar … Allahu Akbar… Allahu Akbar….!!!!!</em></strong></p>
<p>Sebagai kata penutup, marilah kita ingat dan selalu kita tanamkan ke dalam benak kita, terhadap salah satu keindahan perintah-Nya :</p>
<p style="text-align: center"><strong>Al-&#8217;Imran (3)  : 103</strong></p>
<p style="text-align: center"><strong>وَاعْتَصِمُواْ بِحَبْلِ اللّهِ جَمِيعاً وَلاَ تَفَرَّقُواْ وَاذْكُرُواْ نِعْمَتَ اللّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنتُمْ أَعْدَاء فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُم بِنِعْمَتِهِ إِخْوَاناً وَكُنتُمْ عَلَىَ شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ النَّارِ فَأَنقَذَكُم مِّنْهَا كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ“</strong></p>
<p style="text-align: center">Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan ni&#8217;mat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena ni&#8217;mat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.” <em><strong>Surrah Al-&#8217;Imran (3)  : 103</p>
<p></strong></em>
</p>
<p style="text-align: center"><strong></p>
<p></strong></p>
<p>Semoga bermanfaat.</p>
<p><strong>وألسـلام عليكم ورحمة الله وبركات</strong></p>
<p>Artikel terkait :<strong><em> Jihad Fisabilillah !!! Haruskah dengan kekerasan??</em></strong> Silahkan baca<em> <a href="http://lembagakeuangansyariah-bmt-sakamadani.blogspot.com/2008/12/jihad-fisabilillah-haruskah-dengan.html">disini</a></em><span style="font-style:italic"> </span></p>
<p><span style="font-weight:bold">R&amp;D<br />
SAKAMADANI<br />
<a href="http://sakamadani.blog.ekonomisyariah.net/">http://sakamadani.blog.ekonomisyariah.net/</a></span></p>
<p><span style="font-weight:bold"></p>
<p></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sakamadani.blog.ekonomisyariah.net/?feed=rss2&amp;p=282</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Pokok-Pokok Mu’amalah dalam Syariah Islam Bagian : 1</title>
		<link>http://sakamadani.blog.ekonomisyariah.net/?p=271</link>
		<comments>http://sakamadani.blog.ekonomisyariah.net/?p=271#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 23 Aug 2009 17:42:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sakamadani</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Divisi Litbang]]></category>

		<category><![CDATA[Program Baitul Tamwil Saka Madani]]></category>

		<category><![CDATA[Pokok-Pokok Mu’amalah dalam Syariah Islam Bagian : 1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sakamadani.blog.ekonomisyariah.net/?p=271</guid>
		<description><![CDATA[ألسـلام عليكم ورحمة الله وبركاته

بِســمِ اللهِ الرَّحْمَـنِ الرَّحِيـم 
Al-Baqarah (2)  No. Ayat : : 282
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ إِذَا تَدَايَنتُم بِدَيْنٍ إِلَى أَجَلٍ مُّسَمًّى فَاكْتُبُوهُ وَلْيَكْتُب بَّيْنَكُمْ كَاتِبٌ بِالْعَدْلِ وَلاَ يَأْبَ كَاتِبٌ أَنْ يَكْتُبَ كَمَا عَلَّمَهُ اللّهُ فَلْيَكْتُبْ وَلْيُمْلِلِ الَّذِي عَلَيْهِ الْحَقُّ وَلْيَتَّقِ اللّهَ رَبَّهُ وَلاَ يَبْخَسْ مِنْهُ شَيْئاً فَإن كَانَ الَّذِي عَلَيْهِ الْحَقُّ [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>ألسـلام عليكم ورحمة الله وبركاته</strong><br />
<strong></strong></p>
<p><strong>بِســمِ اللهِ الرَّحْمَـنِ الرَّحِيـم </strong></p>
<p style="text-align: center"><strong>Al-Baqarah (2)  No. Ayat : : 282</p>
<p>يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ إِذَا تَدَايَنتُم بِدَيْنٍ إِلَى أَجَلٍ مُّسَمًّى فَاكْتُبُوهُ وَلْيَكْتُب بَّيْنَكُمْ كَاتِبٌ بِالْعَدْلِ وَلاَ يَأْبَ كَاتِبٌ أَنْ يَكْتُبَ كَمَا عَلَّمَهُ اللّهُ فَلْيَكْتُبْ وَلْيُمْلِلِ الَّذِي عَلَيْهِ الْحَقُّ وَلْيَتَّقِ اللّهَ رَبَّهُ وَلاَ يَبْخَسْ مِنْهُ شَيْئاً فَإن كَانَ الَّذِي عَلَيْهِ الْحَقُّ سَفِيهاً أَوْ ضَعِيفاً أَوْ لاَ يَسْتَطِيعُ أَن يُمِلَّ هُوَ فَلْيُمْلِلْ وَلِيُّهُ بِالْعَدْلِ وَاسْتَشْهِدُواْ شَهِيدَيْنِ من رِّجَالِكُمْ فَإِن لَّمْ يَكُونَا رَجُلَيْنِ فَرَجُلٌ وَامْرَأَتَانِ مِمَّن تَرْضَوْنَ مِنَ الشُّهَدَاء أَن تَضِلَّ إْحْدَاهُمَا فَتُذَكِّرَ إِحْدَاهُمَا الأُخْرَى وَلاَ يَأْبَ الشُّهَدَاء إِذَا مَا دُعُواْ وَلاَ تَسْأَمُوْاْ أَن تَكْتُبُوْهُ صَغِيراً أَو كَبِيراً إِلَى أَجَلِهِ ذَلِكُمْ أَقْسَطُ عِندَ اللّهِ وَأَقْومُ لِلشَّهَادَةِ وَأَدْنَى أَلاَّ تَرْتَابُواْ إِلاَّ أَن تَكُونَ تِجَارَةً حَاضِرَةً تُدِيرُونَهَا بَيْنَكُمْ فَلَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَلاَّ تَكْتُبُوهَا وَأَشْهِدُوْاْ إِذَا تَبَايَعْتُمْ وَلاَ يُضَآرَّ كَاتِبٌ وَلاَ شَهِيدٌ وَإِن تَفْعَلُواْ فَإِنَّهُ فُسُوقٌ بِكُمْ وَاتَّقُواْ اللّهَ وَيُعَلِّمُكُمُ اللّهُ وَاللّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ</p>
<p></strong>
</p>
<p style="text-align: left">Dalam <strong>Al Qur’anul Karim</strong> pada <strong>Juz 1 Surrah ke-2  Al Baqarah  : 282</strong>, yang sudah diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia dari bahasa aslinya Arab, mudah-mudahan sesuai dengan isi, pokok, dan maksud serta hikmah sesuai dengan yang aslinya, sebagaimana berikut :</p>
<p style="text-align: center">“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermu’amalah tidak secara tunai untuk waktu yang sudah ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. Dan hendaklah seorang penulis diantara kamu menuliskannya dengan benar. Dan janganlah penulis tersebut enggan menuliskannya sebagaimana Allah telah mengajarkannya, maka hendaklah ia menulis, dan hendaklah orang yang berhutang itu meng-‘imlak-kan (apa yang akan ditulis itu), Dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah, dan janganlah ia mengurangi sedikit pun hutangnya. Jika yang berhutang itu lemah akalnya, atau lemah keadaannya ( ekonominya ) atau dia sendiri tidak mampu meng-‘imlak-kan, maka hendaklah walinya meng-‘imlak-kan dengan jujur. Dan persaksikanlah dengan  dua orang saksi dari golongan laki-laki diantaramu. Jika tidak ada dua orang laki-laki, maka (boleh /dapat) seorang lelaki dan dua orang perempuan dari saksi-saksi yang kamu ridhoi, agar supaya jika salah satu lupa maka dapat diingatkan oleh seorang yang lainnya. Janganlah saksi-saksi itu enggan untuk bersaksi (memberikan keterangan) apabila mereka dipanggil (disuruh) untuk bersaksi; dan janganlah kamu jemu (malas) untuk menulis hutang itu, baik kecil maupun besar jumlahnya sampai batas waktu membayarnya. Yang demikian itu lebih adil di sisi Allah dan lebih dapat menguatkan persaksian, dan lebih dekat untuk tidak menimbulkan keraguanmu, (Tulislah mu’amalahmu itu), kecuali jika mu’amalah itu adalah perdagangan tunai yang kamu jalankan diantara kamu, maka tidak ada dosa bagimu jika kami tidak menulisnya. Dan persaksikanlah (harus disertai saksi ) apabila kamu berjual beli ; dan janganlah penulis dan saksi saling sulit menyulitkan. Jika kamu melakukan hal yang demikian, maka sesungguhnya hal itu adalah suatu kefasikan pada dirimu. Dan bertakwalah kepada Allah, Allah memberikan pelajaran kepadamu, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”</p>
<p style="text-align: center"><strong>Surrah ke-2  Al Baqarah  : 282</strong></p>
<p style="text-align: left"><strong></strong></p>
<p>Sedikit kajian dari ayat diatas,  dalam penerapan Ekonomi Syariah Islam silahkan Anda <a class="aligncenter" title="1)" href="http://bmt-sakamadani.blogspot.com/2009/08/pokok-pokok-muamalah-dalam-syariah.html" target="_blank"> <strong><em>klik disini</em></strong></a></p>
<p><strong>وألسـلام عليكم ورحمة الله وبركات</strong></p>
<p><strong><span style="color: #33cccc">Baitul Tamwil</span></strong></p>
<p><strong><span style="color: #0000ff">LKMS BMT SAKAMADANI</span></strong></p>
<p><a class="aligncenter" href="http://bmt-sakamadani.blogspot.com/" target="_blank">http://bmt-sakamadani.blogspot.com/</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sakamadani.blog.ekonomisyariah.net/?feed=rss2&amp;p=271</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>SERIAL MOTIVASI DIRI  ( sebuah upaya untuk berjuang dan bertahan hidup ) : Islam tidak mentolerir umatnya yang mempunyai sifat malas</title>
		<link>http://sakamadani.blog.ekonomisyariah.net/?p=240</link>
		<comments>http://sakamadani.blog.ekonomisyariah.net/?p=240#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Jul 2009 09:16:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sakamadani</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Divisi Litbang]]></category>

		<category><![CDATA[Lembaga Keuangan Mikro Syariah]]></category>

		<category><![CDATA[Program Baitul Tamwil Saka Madani]]></category>

		<category><![CDATA[Serial Motivasi Diri (dalam usaha untuk survive dan bertahan hidup): Islam Tidak Mentolerir umat-Nya yang Malas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sakamadani.blog.ekonomisyariah.net/?p=240</guid>
		<description><![CDATA[ألسـلام عليكم ورحمة الله وبركاته
بِســمِ اللهِ الرَّحْمَـنِ الرَّحِيـم
An-Nisa (4)  No. Ayat : : 97


إِنَّ الَّذِينَ تَوَفَّاهُمُ الْمَلآئِكَةُ ظَالِمِي أَنْفُسِهِمْ قَالُواْ فِيمَ كُنتُمْ قَالُواْ كُنَّا مُسْتَضْعَفِينَ فِي الأَرْضِ قَالْوَاْ أَلَمْ تَكُنْ أَرْضُ اللّهِ وَاسِعَةً فَتُهَاجِرُواْ فِيهَا فَأُوْلَـئِكَ مَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ وَسَاءتْ مَصِيراً
An-Nisa (4)  No. Ayat : : 98
إِلاَّ الْمُسْتَضْعَفِينَ مِنَ الرِّجَالِ وَالنِّسَاء وَالْوِلْدَانِ لاَ يَسْتَطِيعُونَ [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>ألسـلام عليكم ورحمة الله وبركاته</strong><br />
<strong>بِســمِ اللهِ الرَّحْمَـنِ الرَّحِيـم</strong></p>
<p style="text-align: center"><strong>An-Nisa (4)  No. Ayat : : 97<br />
</strong></p>
<p style="text-align: center"><strong><br />
إِنَّ الَّذِينَ تَوَفَّاهُمُ الْمَلآئِكَةُ ظَالِمِي أَنْفُسِهِمْ قَالُواْ فِيمَ كُنتُمْ قَالُواْ كُنَّا مُسْتَضْعَفِينَ فِي الأَرْضِ قَالْوَاْ أَلَمْ تَكُنْ أَرْضُ اللّهِ وَاسِعَةً فَتُهَاجِرُواْ فِيهَا فَأُوْلَـئِكَ مَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ وَسَاءتْ مَصِيراً</strong></p>
<p style="text-align: center"><strong>An-Nisa (4)  No. Ayat : : 98</p>
<p style="text-align: center">إِلاَّ الْمُسْتَضْعَفِينَ مِنَ الرِّجَالِ وَالنِّسَاء وَالْوِلْدَانِ لاَ يَسْتَطِيعُونَ حِيلَةً وَلاَ يَهْتَدُونَ سَبِيلاً</p>
<p></strong>
</p>
<p style="text-align: center"><strong> An-Nisa (4)  No. Ayat : : 99</p>
<p style="text-align: center">فَأُوْلَـئِكَ عَسَى اللّهُ أَن يَعْفُوَ عَنْهُمْ وَكَانَ اللّهُ عَفُوّاً غَفُوراً<br />
<strong></strong>
</p>
<p style="text-align: center">An-Nisa (4)  No. Ayat : : 100</p>
<p></strong><strong></p>
<p style="text-align: center">وَمَن يُهَاجِرْ فِي سَبِيلِ اللّهِ يَجِدْ فِي الأَرْضِ مُرَاغَماً كَثِيراً وَسَعَةً وَمَن يَخْرُجْ مِن بَيْتِهِ مُهَاجِراً إِلَى اللّهِ وَرَسُولِهِ ثُمَّ يُدْرِكْهُ الْمَوْتُ فَقَدْ وَقَعَ أَجْرُهُ عَلى اللّهِ وَكَانَ اللّهُ غَفُوراً رَّحِيماً<strong></p>
<p></strong></p>
<p></strong></p>
<p style="text-align: center">
<p style="text-align: left">Dalam Al Qur’anul Karim pada Juz 5 Surrah <strong>AN Nisaa’ : 97 – 100</strong>, yang sudah diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia dari bahasa aslinya Arab, mudah-mudahan sesuai dengan isi, pokok, dan maksud serta hikmah sesuai dengan yang aslinya, sebagaimana berikut :</p>
<ol style="text-align: left">
<li><em>Ayat 97</em> : Sesungguhnya orang-orang yang dicabut nyawanya oleh malaikat dalam keadaan menganiaya dirinya sendiri, (kepada mereka) malaikat bertanya : <em>“ Dalam keadaan bagaimana kamu ini ?” </em>Mereka menjawab : <em>“ Adalah kami orang-orang yang tertindas di negeri ini .“ </em>( Mekkah pada saat itu). Para Malaikat berkata : <em>“ Bukankah bumi  <strong>ALLAH سبحانه وتعلى </strong>itu sangat luas , sehingga kamu dapat hijrah (berpindah) di bumi itu ?”</em> Orang-orang itu tempatnya adalah neraka  JAHANNAM, dan JAHANNAM itu adalah seburuk-buruk tempat (pulang),</li>
<li><em>Ayat 98</em> : kecuali mereka yang tertindas ( terjajah ) baik laki-laki atau perempuan atau pun anak-anak yang tidak mampu untuk berdaya upaya dan tidak mengetahui jalan untuk hijrah ( berpindah),</li>
<li> Untuk kelanjutannya, silahkan Anda <a href="http://bmt-sakamadani.blogspot.com/2009/07/serial-motivasi-diri-dalam-usaha-untuk.html"><strong><em>source</em></strong></a>-nya langsung atau <a href="http://bmt-sakamadani.blogspot.com/2009/07/serial-motivasi-diri-dalam-usaha-untuk.html"><strong><em>klik disini</em></strong> </a></li>
</ol>
<p style="text-align: left">Semoga bermanfaat</p>
<p style="text-align: left"><strong>وألسـلام عليكم ورحمة الله وبركات </strong></p>
<p style="text-align: center">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sakamadani.blog.ekonomisyariah.net/?feed=rss2&amp;p=240</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>FENOMENA ALAM : Penelitian NASA Adanya Parit di Bulan Adalah Bukti Bahwa Bulan Pernah Terbelah !!!</title>
		<link>http://sakamadani.blog.ekonomisyariah.net/?p=142</link>
		<comments>http://sakamadani.blog.ekonomisyariah.net/?p=142#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Jul 2009 04:31:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sakamadani</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Divisi Litbang]]></category>

		<category><![CDATA[FENOMENA ALAM : Penelitian NASA Adanya Parit di Bulan Adalah Bukti Bahwa Bulan Pernah Terbelah !!!]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sakamadani.blog.ekonomisyariah.net/?p=142</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa waktu yang lalu kita mendengar berita bahwa NASA ( Badan Nasional Antariksa Amerika ) menemukan foto parit atau kanal raksasa di Bulan, dimana menurut mereka kemungkinan ditempat itu ada air yang merupakan salah satu bahan sumber kehidupan.
Hal itu sebenarnya bukan hal yang baru bagi umat Muslim. Pada masa Rasulullah صلى الله عليه وسلّم, atas [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><a href="http://sakamadani.blog.ekonomisyariah.net/files/2009/07/bulan-terbelah-1.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-143" src="http://sakamadani.blog.ekonomisyariah.net/files/2009/07/bulan-terbelah-1-300x211.jpg" alt="" width="300" height="211" /></a>Beberapa waktu yang lalu kita mendengar berita bahwa <strong>NASA</strong> <em>( Badan Nasional Antariksa Amerika )</em> menemukan foto parit atau kanal raksasa di Bulan, dimana menurut mereka kemungkinan ditempat itu ada air yang merupakan salah satu bahan sumber kehidupan.</p>
<p>Hal itu sebenarnya bukan hal yang baru bagi umat Muslim. Pada masa <strong>Rasulullah صلى الله عليه وسلّم</strong>, atas ijin <strong>Allah سبحانه وتعلى</strong>, bulan memang TERBELAH menjadi 2 buah bagian.</p>
<p><strong>Rasulullah صلى الله عليه وسلّم </strong>telah bermain sihirkah ? BUKAN SULAP BUKAN PULA SIHIR !!!!!!! Pada saat itu, fenomena alam yang merupakan salah satu mukjizat yang diberikan oleh <strong>Allah سبحانه وتعلى </strong>kepada <strong>Rasulullah صلى الله عليه وسل</strong><strong>ّم</strong>, dapat dilihat dengan mata telanjang oleh orang yang melihatnya di berbagai tempat, hal ini di buktikan dengan kesamaan tentang apa yang dilihat oleh  para musafir yang baru saja pulang dari berpergian. <em>( BUKAN HANYA SATU TEMPAT KEJADIAN, seperti halnya pertunjukan sulap, dimana yang bisa menyaksikan aksi si Pesulap, hanya yang berada di sekitarnya ).</em></p>
<p><a href="http://sakamadani.blog.ekonomisyariah.net/files/2009/07/moon_split-2.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-148" src="http://sakamadani.blog.ekonomisyariah.net/files/2009/07/moon_split-2-300x190.jpg" alt="" width="300" height="190" /></a><a href="http://sakamadani.blog.ekonomisyariah.net/files/2009/07/mooncrash.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-149" src="http://sakamadani.blog.ekonomisyariah.net/files/2009/07/mooncrash-300x245.jpg" alt="" width="300" height="245" /></a></p>
<p><strong>Mungkin seandainya, saat itu kemajuan teknologi informasi sudah seperti sekarang ini, SELURUH DUNIA PASTI AKAN HEBOH</strong>, dan pasti akan menjadi Headline dan topic hangat di setiap kantor berita berhari-hari lamanya. Tapi ternyata tidak demikian rencana <strong>Allah سبحانه وتعلى. <em>Subhanallah !!!!!!</em></strong></p>
<p>Kitab suci yang lebih akhir, membenarkan keberadaan dan kebenaran Kitab Suci yang datang sebelumnya, sebagai contoh : Al Qur’an sebagai Kitab Suci yang terakhir dan menjadi penutup, membenarkan keberadaan dan kebenaran Kitab Injil, Kitab Zabur, dan Kitab Taurat, terhadap ajaran-ajarannya yang masih asli dan dan belum digubah oleh umatnya.</p>
<p><em>Sedangkan Al Qur’an sendiri ????</em> <strong>Berita-berita dan kejadian-kejadian yang terdapat di dalam Al Qur’an akan terbukti dan terkuak oleh ILMU PENGETAHUAN</strong>, sebagaimana foto yang diambil NASA terhadap bulan tersebut. <em><strong>Subhanallah…… Wal hamdulillah….. La Illaha’ilallah …. Allahu Akbar ……</strong></em></p>
<p><a href="http://clickserve.cc-dt.com/link/tplclick?lid=41000000011014000&amp;pubid=21000000000197884" target="new"></a></p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sakamadani.blog.ekonomisyariah.net/?feed=rss2&amp;p=142</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kisah konyol tentang Kekuasaan ALLAH سبحانه وتعلى</title>
		<link>http://sakamadani.blog.ekonomisyariah.net/?p=133</link>
		<comments>http://sakamadani.blog.ekonomisyariah.net/?p=133#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Jul 2009 05:29:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sakamadani</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Divisi Litbang]]></category>

		<category><![CDATA[Kisah konyol tentang Kekuasaan ALLAH سبحانه وتعلى]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sakamadani.blog.ekonomisyariah.net/?p=133</guid>
		<description><![CDATA[Al kisah, di sebuah Sekolah Menengah Atas terpandang di kota Jogja, pada waktu itu pelajaran Agama dikelas X, kalo mungkin dulu namanya adalah kelas I SMA.  Sebut saja Bapak Amir, sebagai pamong yang mendapat amanah untuk mengajar agama Islam, hari itu menyampaikan materi tentang Kebesaran dan tanda-tanda Kekuasaan Allah سبحانه وتعلى.
Ketika sessi Tanya jawab [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Al kisah, di sebuah Sekolah Menengah Atas terpandang di kota Jogja, pada waktu itu pelajaran Agama dikelas X, kalo mungkin dulu namanya adalah kelas I SMA.  Sebut saja Bapak Amir, sebagai pamong yang mendapat amanah untuk mengajar agama Islam, hari itu menyampaikan materi tentang Kebesaran dan tanda-tanda Kekuasaan <strong>Allah سبحانه وتعلى</strong>.</p>
<p>Ketika sessi Tanya jawab dilangsungkan, Roni salah seorang muridnya yang terkenal cerdas dan kritis bertanya : <em>“ Mungkinkah <strong>Allah سبحانه وتعلى</strong> menciptakan sebuah batu yang teramat sangat besarnya, hingga <strong>Allah سبحانه وتعلى</strong> sendiri tidak kuat untuk mengangkatnya … Pak ?”</em> “S<em>ebuah pertanyaan bagus…Ada yang bisa menjawab diantara kalian ??”</em> tanya Pak Amir.</p>
<p>Mendadak suasana kelas itu pun tiba-tiba henyak…senyap, anak-anak saling berpandangan… Setelah sekian lama keheningan itu berlangsung, Pak Amir kemudian berkata :<strong>” Anak-anakku semua….Subhanallah.Allah سبحانه وتعلى tidak akan pernah menciptakan sesuatu yang KONYOL.  Segala ciptaaan Allah سبحانه وتعلىadalah sesuatu yang sudah direncanakan sebelumnya dan segala sesuatu diciptakan tidak untuk sia-sia.”</strong></p>
<p><strong> ألسـلام عليكم ورحمة الله وبركاته</strong></p>
<p><strong> </strong> Jaman seperti sekarang ini, budaya antar bangsa yang sudah semakin tipis batas-batasnya, era informasi yang semakin maju, membuat anak-anak yang hidup sekarang menjadi anak-anak yang kreatif dan kritis. Mereka akan cenderung kritis dan bertanya apabila menemukan hal-hal yang baru, sebelum hati meyakininya. Sesuatu yang harus kita syukuri, akan tetapi apabila salah didalam mendidik, fatal akibatnya. <em>“Kafir kamu !! Siapa yang mengajari kamu seperti itu ???” </em>Mungkin itulah jawaban Bapak/Ibu Guru pada era sebelum 80-an, bila ada seorang murid bertanya seperti cerita di atas. Tapi tidak untuk jaman sekarang.</p>
<p>Sebuah kata penutup, jaman seperti sekarang ini diperlukan kecerdasan AKAL dan HATI yang berjalan seiring dan sejalan. Hal itu adalah menjadi syarat utama bagi para orang tua, bila menginginkan anaknya menjadi anak-anak yang sholeh atau pun sholeha. Anak-anak yang berakhlak mulia…sebagai generasi penerus Agama dan Bangsa. Dan mari kita saling mengingatkan :</p>
<p style="text-align: center"><strong>ALLAH سبحانه وتعلى TIDAK MENCIPTAKAN KITA </strong></p>
<p style="text-align: center"><strong>&amp; SEMUA YANG ADA DI SEKITAR INI DENGAN SIA-SIA !!</strong></p>
<p><strong>وألسـلام عليكم ورحمة الله وبركات</strong></p>
<p>SOURCE : http://www.facebook.com/topic.php?uid=213402575356&amp;topic=9446</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sakamadani.blog.ekonomisyariah.net/?feed=rss2&amp;p=133</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Mungkin amalan yang telah kita lakukan belum sempurna, atau bahkan tidak diterima oleh Allah SWT..</title>
		<link>http://sakamadani.blog.ekonomisyariah.net/?p=124</link>
		<comments>http://sakamadani.blog.ekonomisyariah.net/?p=124#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Jun 2009 15:43:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sakamadani</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Lembaga Keuangan Mikro Syariah]]></category>

		<category><![CDATA[atau bahkan tidak diterima oleh Allah SWT..pernahkah terpikirkan ??]]></category>

		<category><![CDATA[Mungkin amalan-amalan kita belum sempurna]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sakamadani.blog.ekonomisyariah.net/?p=124</guid>
		<description><![CDATA[&#8221; Pedih dan beratnya siksaan itu dikarenakan hak-hak orang miskin yang tertahan sehingga mereka harus merasakan kepedihan dan kesengsaraan hidup akibat dari ulah orang-orang kaya yang menahan zakat. &#8220;
Islam tidak hanya memberi sanksi di akhirat bahkan di dunia. Allah SWT memerintahkan kepada negara untuk mengambil dengan paksa harta zakat dari mereka yang menghalangi zakat.
Dalam rangka [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center"><em>&#8221; Pedih dan beratnya siksaan itu dikarenakan hak-hak orang miskin yang tertahan sehingga mereka harus merasakan kepedihan dan kesengsaraan hidup akibat dari ulah orang-orang kaya yang menahan zakat. &#8220;</em></p>
<p>Islam tidak hanya memberi sanksi di akhirat bahkan di dunia. <em><strong>Allah SW</strong><strong>T</strong></em> memerintahkan kepada negara untuk <strong>mengambil dengan paksa harta</strong> zakat dari mereka yang menghalangi zakat.</p>
<p>Dalam rangka meningkatkan rasa solidaritas dan kebersamaan diantara sesama umat manusia, marilah kita buka mata kita &#8230; hati kita &#8230;. sehingga <em>Insya Allah</em> kita menjadi orang yang berguna dan bermanfaat kepada orang disekitar kita.  Dan yang utama, kelak di hari pembalasan, <em>insya Allah</em> pada saat kelak kita di hisab,  harta yang kita miliki tidak memberatkan dan mengurangi amalan yang telah kita lakukan lainnya. Karena <em>boleh jadi amalan tersebut belum sempurna &#8230; atau bahkan tidak diterima oleh </em><strong><em>Allah SWT</em>.</strong>&#8230; <strong>Na&#8217;udzubillahi Min Dzalik &#8230;&#8230;.</strong></p>
<p>Agar Zakat, Infaq, dan Shodaqoh Anda dapat merata kepada mereka yang berhak menerimanya, salurkan dan percayakan kepada Lembaga ZIS yang profesional, amanah, dan tentu saja Anda percaya sebagai pemegang amanah Anda.</p>
<p>Wahai saudara-saudaraku, harta yang sekarang Anda miliki sekarang ini, bukanlah milik Anda, apalagi Lembaga ZIS yang Anda beri amanah. Harta tersebut, sebagian adalah hak dari saudara-saudara kita sesuai dengan tuntunan <em><strong>Allah SWT</strong> </em>dan <strong>Rasul-Nya,</strong> <strong><em>Muhammad SAW</em></strong>.  Ingatlah, harta tersebut sebenarnya hanyalah sebuah wujud cobaan dari <strong><em>Allah SWT</em></strong>&#8230;.. Dan tidaklah lebih dari sebutir pasir di tengah samudera rezeki-<strong><em>Nya</em></strong> yang Maha Luas &#8230;.. <strong>Allahu Akbar </strong> <em></em></p>
<p><em>Mudah-mudahan, Allah SWT berkenan memasukkan kita ke dalam golongan hamba-Nya yang beriman dan bertakwa. </em><strong>Amin Ya Rabbal &#8216;Alamin</strong><strong><em> </em></strong> <strong></strong></p>
<p><strong>Divisi Maal Sakamadani</strong></p>
<p>http://lembagakeuangansyariah-bmt-sakamadani.blogspot.com/ <a href="http://lembagakeuangansyariah-bmt-sakamadani.blogspot.com/" target="new">(selengkapnya, klik disini)</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sakamadani.blog.ekonomisyariah.net/?feed=rss2&amp;p=124</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>POLA SYARIAH PADA SAAT KRISIS EKONOMI DUNIA: AKANKAH MENJADI PENYEMBUH YANG AMPUH BAGI KRISIS PEREKONOMIAN GLOBAL ??</title>
		<link>http://sakamadani.blog.ekonomisyariah.net/?p=100</link>
		<comments>http://sakamadani.blog.ekonomisyariah.net/?p=100#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 May 2009 16:29:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sakamadani</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Lembaga Keuangan Mikro Syariah]]></category>

		<category><![CDATA[POLA SYARIAH PADA SAAT KRISIS EKONOMI DUNIA: AKANKAH MENJADI PENYEMBUH YANG AMPUH BAGI KRISIS PEREKONOMIAN GLOBAL ??]]></category>

		<category><![CDATA[PRINSIP EKONOMI SYARIAH DI TENGAH KRISIS EKONOMI GLOBAL : AKANKAH MENJADI OBAT YANG AMPUH BAGI KRISIS PEREKONOMIAN GLOBAL ??]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sakamadani.blog.ekonomisyariah.net/?p=100</guid>
		<description><![CDATA[Kurang lebih 14 abad yang lalu, Allah سبحانه وتعلى telah mengajarkan pokok-pokok mu’amalah, dalam hal ini hukum Syariah Islam yang mengatur  hubungan antar manusia dalam hal perdagangan.  Jika kita melihat perekonomian yang berkembang dan terjadi saat ini, dan hampir terjadi merata diseluruh belahan dunia, dimana dipakai sebagai rujukan oleh para pemerintah dan para [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kurang lebih 14 abad yang lalu, <strong>Allah سبحانه وتعلى</strong> telah mengajarkan <em>pokok-pokok mu’amalah</em>, dalam hal ini hukum<em> Syariah Islam</em> yang mengatur  hubungan antar manusia dalam hal perdagangan.  Jika kita melihat perekonomian yang berkembang dan terjadi saat ini, dan hampir terjadi merata diseluruh belahan dunia, dimana dipakai sebagai rujukan oleh para pemerintah dan para ekonom, sebenarnya sangat rapuh dan bertentangan dengan <em>Prinsip Syariah</em> yang telah disampaikan oleh <strong>Allah SWT</strong> melalui perantaraan <em>Rasul-Nya</em>, <strong>Muhammad SAW</strong>.  Dengan sangat angkuh dan sombong, Pola Perekonomian yang akhir-akhir ini terkenal dengan nama <strong>NEOLIBERALISME</strong> itu telah berkembang dan membudaya berabad-abad lamanya, bahkan dipakai sendiri oleh para pemerintahan dan ekonom muslim di dunia. Dan lihatlah, di akhir dasa warsa ( hitungan berdasarkan 10 tahun ) awal di tahun 2000 ini, kesombongan itu telah dilluluh lantakkan dan dihancurkan !!! Apa yang disebut sebagai <strong>KRISIS PEREKONOMIAN GLOBAL</strong> telah terjadi. Dan hal tersebut telah parah melanda mereka yang mempunyai aliran <strong>NEOLIBELARILME</strong> itu. Hampir setiap saat kita mendengar dan menyaksikan, perusahaan-perusahaan raksasa di dunia ini terkena dampaknya, dan yang lebih parah lagi, mereka kolaps. Sesuatu yang hampir tidak mungkin terjadi, menurut logika manusia, terutama mereka para penganut faham <strong>NEOLIBERALISME</strong> .  Hal itu tidak begitu parah menimpa, dan bahkan tidak terasa dampaknya bagi mereka yang sudah melakukan perekonomian yang berdasarkan pada <em>Prinsip-Prinsip Syariah Islam</em>. Sebagai sebuah contoh, dapat kita saksikan dengan masih amannya <strong>tingkat resiko kredit </strong>pada perbankan ber-pola syariah. <em>Kenapa kita ambil contoh Perbankan?</em> Karena diakui atau tidak, pada situasi perekonomian modern saat ini, kehidupan perekonomian suatu Negara, bahkan dunia tidak dapat terlepas dari peran serta sektor perbankan sebagai salah satu sektor riil pendukung sektor-sektor riil lainnya.  Mari kita sedikit  mengupas, apa sebenarnya sistem perekonomian yang berdasarkan pada prinsip dan berpola <em>Syariah Islam</em> tersebut.  <strong>Pada prinsipnya, Islam mengajarkan suatu TANGGUNG JAWAB kepada setiap orang</strong>, sebagai sebuah makhluk  yang merupakan bagian dari makhluk-makhluk ciptaan Tuhan lainnya.<em> Secara garis besar, tanggung jawab seseorang itu dibagi menjadi 2 buah golongan</em>: tanggung jawab kepada<strong> Rabb</strong>-nya<em> (Tuhannya) </em>dan tanggung jawab kepada sesama  makhluk ciptaan Tuhan lainnya, terutama sesama manusia.  Sebagai tanggung jawab kepada <strong>Rabb</strong>-nya (Tuhannya), <strong>Allah SWT</strong> dalam beberapa firmannya yang telah diterjemahkan dari bahasa aslinya (Arab) memberikan perintah kepada umatnya :</p>
<p style="text-align: center"><strong>Surrah Ta-Ha (20)  : 132<br />
</strong><br />
<strong>وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا لَا نَسْأَلُكَ رِزْقاً نَّحْنُ نَرْزُقُكَ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَى</strong>
</p>
<p style="text-align: center"><em> &#8220;Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa.&#8221;</em></p>
<p style="text-align: center"><strong>Surrah Ash-Shura (42)  : 27</p>
<p>وَلَوْ بَسَطَ اللَّهُ الرِّزْقَ لِعِبَادِهِ لَبَغَوْا فِي الْأَرْضِ وَلَكِن يُنَزِّلُ بِقَدَرٍ مَّا يَشَاءُ إِنَّهُ بِعِبَادِهِ خَبِيرٌ بَصِيرٌ</strong>
</p>
<p style="text-align: center"><em>&#8220;Dan jikalau Allah melapangkan rezeki kepada hamba-hamba-Nya tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi, tetapi Allah menurunkan apa yang dikehendaki-Nya dengan ukuran. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui (keadaan) hamba-hamba-Nya lagi Maha Melihat.&#8221;</em></p>
<p style="text-align: center">
<p style="text-align: left">Dalam ayat ini, setiap orang diingatkan bahwa hanyalah <strong>Allah سبحانه وتعلى</strong>-lah yang ber-hak memberikan rezeki  kepada seseorang, tidak yang lain apa  pun itu bentuk dan jenisnya. Pada saat seseorang berikhtiar (berusaha) mencari rezeki dari Tuhannya itu, setiap orang diperintahkan untuk selalu mengingat Tuhan-nya dengan jalan <em>(salah satunya)</em> : mendirikan Sholat (berdo’a). Bersamaan dengan itu pula setiap orang diperintahkan untuk sabar, <em>sebuah perbuatan yang amat sangat berat dan tidak mudah untuk dilaksanakan</em>. Oleh karena itulah, mereka yang melaksanakan perintah dalam ayat ini, disebut sebagai manusia yang ber-taqwa <em>(mengikuti segala perintah dan menjauhi segala larangan <strong>Allah سبحانه وتعلى</strong>).</em> Sedangkan Prinsip Syariah Islam yang membahas golongan kedua, yaitu tanggung jawab seseorang kepada sesama  makhluk ciptaan Tuhan lainnya, terutama sesama manusia, dimana pada artikel ini kami batasi pada masalah perekonomian, lebih spesifik lagi perdagangan adalah sebagai berikut :</p>
<p><strong></p>
<p style="text-align: center"><strong>Surrah An-Nisa (4)  : 29</strong></p>
<p style="text-align: center">يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ لاَ تَأْكُلُواْ أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ إِلاَّ أَن تَكُونَ تِجَارَةً عَن تَرَاضٍ مِّنكُمْ وَلاَ تَقْتُلُواْ أَنفُسَكُمْ إِنَّ اللّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيماً</p>
<p style="text-align: center"><strong> </strong></p>
<p></strong></p>
<p style="text-align: center"><em>Hai &#8230; orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesama manusia ( orang lain ) dengan jalan yang bathil, kecuali dengan jalan </em><em>perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka diantara kamu</em><em> “</em></p>
<p><strong>Surrah Al-Anfal (8)  : 27 </strong>
</p>
<p style="text-align: center"><strong>يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ لاَ تَخُونُواْ اللّهَ وَالرَّسُولَ وَتَخُونُواْ أَمَانَاتِكُمْ وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ</strong></p>
<p><em>&#8220;Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui.</em></p>
<p style="text-align: center"><strong>Surrah Al-Anfal (8)  : 28 </strong>
</p>
<p style="text-align: center"><strong>وَاعْلَمُواْ أَنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلاَدُكُمْ فِتْنَةٌ وَأَنَّ اللّهَ عِندَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ</strong></p>
<p style="text-align: center"><em>Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar.&#8221;</em></p>
<p style="text-align: center"><strong>Rasulullah صلى الله عليه وسلّم</strong> bersabda, <em>&#8220;Tiga golongan orang yang tidak akan diajak bicara oleh Allah kelak di hari kiamat, tidak dipandang dan tidak akan disucikan. Mereka akan mendapat siksa yang pedih.&#8221; Abu Dzar ra bertanya, &#8220;Siapa mereka..  ya Rasulullah?&#8221; Nabi menjawab, &#8221; Mereka adalah orang yang sombong, orang yang suka mengungkit-ungkit telah diberikan kepada orang lain dan orang yang menjual barang dagangan dengan sumpah palsu.&#8221;</em>(HR Muslim)Rasulullah صلى الله عليه وسلّم melanjutkan, <em>“Itulah orang yang bangkrut. Ia rajin beribadah tetapi ia tidak memiliki akhlak yang baik. Ia banyak melakukan ketidakadilan, merampas hak orang lain, dan banyak menyakiti hati orang lain.” </em><strong><em>(HR At Tirmidzi)</em></strong></p>
<p style="text-align: left">
<p style="text-align: left">Dari sedikit hukum dari sekian banyaknya hukum <em>Syariah</em> yang telah diberikan <strong>Allah سبحانه وتعلى</strong> untuk umat-nya; dengan segala kerendahan hati, keterbatasan kemampuan , dan tak lupa selalu memohon kepada Allah سبحانه وتعلى agar berkenan memberikan  petunjuk dan hidayah-Nya,  mari kita mencoba sedikit menafsirkan sebagai berikut :</p>
<ol>
<li>Sifat <strong>jujur</strong> sebagai salah satu pokok dasar hubungan personal para pelaku perekonomian</li>
<li>Islam mengajarkan umatnya untuk melakukan <strong>perdagangan terhadap BARANG  riil</strong>,  termasuk juga Jasa riil. Perdagangan ini dalam pengertian terjadinya transaksi Jual Beli antara dua belah pihak atau lebih. Bukan perdagangan barang semu seperti halnya pada perekonomian Liberalisme, ( mis: perdagangan Index, VALAS, dan surat berharga semu lainnya )</li>
<li><strong>KEADILAN</strong><em>(fairness)</em>. Adil tidak berarti sama. <em>Adil adalah mendapatkan sesuatu menurut kemampuannya masing-masing</em>. Pada  perekonomian, pada studi kasus PERBANKAN SYARIAH, KEADILAN (fairness) adalah salah satu Pokok dasar dalam operasionalnya, terutama pada bidang pembiayaan/kredit.  <em>Sebagai ilustrasi </em>: Besarnya Angsuran seorang <em>peminjam</em> kredit,  akan dinilai dan ditentukan berdasarkan kemampuan finansial usaha (bisnisnya).  Dengan kata lain, seandainya ada 2 atau lebih <em>peminjam</em> kredit mengajukan permohonan kredit, masing-masing dengan nominal yang sama, dalam kesepakatan (akad) perjanjian nantinya masing-masing mungkin akan mendapatkan beban angsuran yang berbeda. Hal tersebut tidak berlaku pada PERBANKAN konvensional (non-syariah). <em>Keadilan tersebut berlaku sampai berakhirnya masa perjanjian,</em> dimana PERBANKAN Syariah dilarang keras untuk menurunkan apalagi menaikkan Angsuran dan Pokok pada saat perjanjian itu berjalan, yang mungkin disebabkan oleh kondisi makro perekonomian, misalnya: inflasi, kenaikan atau penurunan suku bunga bank sentral, devaluasi, dsb</li>
<li>Mengharuskan adanya <strong>KEIKHLASAN</strong><em>(perasaan suka sama suka dan bersedia menerima dengan sepenuh hati  dengan  tanpa adanya unsur  paksaan sedikit pun )</em> antara kedua belah pihak, dengan<em> berdasarkan dan mengutamakan prinsip </em>TANGGUNG JAWAB terhadap perjanjian dan amanat</li>
<li><strong>TENGGANG RASA</strong>, suatu prinsip yang sangat membedakan antara sistem perekonomian Syariah dan Non-syariah. Harta adalah titipan ( karena pemilik yang hakiki adalah Allah SWT) dan harta adalah cobaan dari <strong>Allah سبحانه وتعلى</strong>. Dimana harta tersebut tidak akan dibawa oleh seseorang apabila ia meninggal.  Dan <em>dalam sebagian harta yang dimiliki itu, terdapat harta yang menjadi hak orang lain</em>. Karena mungkin, kita adalah sebagai perantara dari rezeki yang diberikan oleh <strong>Allah سبحانه وتعلى</strong> kepada orang tersebut. Dan boleh jadi, <strong>Allah سبحانه وتعلى</strong> memberikan rezeki kepada seseorang dengan perantaraan orang lainnya. Tenggang rasa ini diwujudkan oleh perintah untuk menafkahkan sebagian rezeki yang dimilikinya, dengan melaksanakan kewajiban : ZIS<em> ( Zakat, Infaq, dan Shodaqoh </em>) kepada mereka golongan yang ber-hak mendapatkannya sesuai dengan <em>syariah </em>agama, misalnya : fakir &amp; miskin, anak yatim, <em>fisabilillah</em>,  kaum kerabat yang membutuhkan, dll.</li>
</ol>
<p style="text-align: left">Sebagai penutup, adalah sebuah kalimat bijak yang mungkin dapat kita jadikan dasar dalam melakukan kehidupan, yang <strong>insya Allah</strong> adalah kehidupan yang berprinsip pada <em>Syariah Islam</em> :</p>
<p style="text-align: center"><em>“Kehidupan baik” bukanlah berarti kehidupan mewah dan yang luput dari ujian, tetapi ia adalah kehidupan yang penuh kedamaian dan diliputi rasa lega, kerelaan, serta kesabaran dalam menerima ujian dan rasa syukur atas segala yang diperoleh. Sesuatu yang jauh dari rasa takut yang berlebih terhadap apa yang akan terjadi kelak atau kesedihan yang melampaui batas atas apa yang telah dilewati. Sesuatu yang tidak pernah menggoyahkan jiwa, kapan pun dan seperti apa pun.&#8221;</em></p>
<p style="text-align: left">Semoga bermanfaat</p>
<p style="text-align: left"><strong>وألسـلام عليكم ورحمة الله وبركات</strong></p>
<p><strong></p>
<p style="text-align: center"><strong></p>
<p style="text-align: center">
<p></strong></p>
<p></strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sakamadani.blog.ekonomisyariah.net/?feed=rss2&amp;p=100</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>SEPERTI APAKAH FIGUR PEMIMPIN YANG IDEAL MENURUT ISLAM?</title>
		<link>http://sakamadani.blog.ekonomisyariah.net/?p=97</link>
		<comments>http://sakamadani.blog.ekonomisyariah.net/?p=97#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 May 2009 19:41:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sakamadani</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Divisi Litbang]]></category>

		<category><![CDATA[Islam telah menyediakan tools sebagai intrumen untuk menuntun seseorang agar menjadi pemimpin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sakamadani.blog.ekonomisyariah.net/?p=97</guid>
		<description><![CDATA[Alloh SWT menurunkan Islam ini sangat lengkap dan komprehensif. Semua aspek kehidupan telah di atur oleh Islam. Tidak untuk mengekang atau membelenggu umatnya, namun lebih kepada mengarahkan umatnya agar selalu sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai manusia.
Islam telah menyediakan tools sebagai intrumen untuk menuntun seseorang agar menjadi pemimpin yang selalu bersedia memperhatikan kondisi orang-orang yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Alloh SWT menurunkan Islam ini sangat lengkap dan komprehensif. Semua aspek kehidupan telah di atur oleh Islam. Tidak untuk mengekang atau membelenggu umatnya, namun lebih kepada mengarahkan umatnya agar selalu sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai manusia.<br />
Islam telah menyediakan tools sebagai intrumen untuk menuntun seseorang agar menjadi pemimpin yang selalu bersedia memperhatikan kondisi orang-orang yang dipimpinnya. Pemimpin yang selalu menomorsekiankan kepentingan pribadinya, sehingga kepentingan orang-orang yang dipimpin selalu menjadi prioritas pertama.<br />
Salah satu tools yang bisa kita gunakan adalah Sholat berjamaah. Dalam sholat berjamah terkandung makna yang dalam, kaitannya dengan figur seorang pemimpin. Sholat berjamaah adalah ibadah yang menggambarkan betapa sangat rapinya hubungan antara pemimpin dalam hal ini adalah Imam sholat dan yang dipimpin dalam hal ini makmum.<br />
Kita mulai dari posisi sholat berjamaah. Setiap sholat berjamaah harus ada Imam dan makmum. Bisa dikatakan berjamaah apabila ada satu orang yang berdiri di depan berarti menjadi Imam dan yang berdiri di belakang berarti menjadi makmum.<br />
Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi apabila seseorang akan diangkat menjadi imam sholat berjamaah. Dari Mas&#8217;ud. Ia berkata : &#8220;Telah bersabda Rasulullah SAW: &#8221; <em><strong>Mengimami Qaum itu (hendaklah) orang yang lebih bisa membaca Kitabullah Ta&#8217;ala. Jika mereka sama tentang bacaan maka yang lebih mengetahui sunnah. Jika mereka sama tentang sunnah, maka yang lebih dahulu hijrah. Jika mereka sama tentang hijrah, maka yang lebih dahulu Islam. Tetapi disatu riwayat: &#8230;&#8230;..umur, dan janganlah sekali-kali seseorang mengimami seseorang dalam kekuasaannya, dan janganlah ia duduk di tempat kehormatannya, melainkan dengan idzinnya</strong></em>.&#8221;(Hadits Riwayat Muslim)<br />
Menurut logika hadits di atas maka kriterai pertama yang harus ada pada pemimpin yang akan dipilih adalah yang paling baik pengamalan ajaran Islamnya dan mempunyai kemampuan lebih dibandingkan yang lain. Sebuah filter yang sangat lembut namun sangat fundamen. Baik tidaknya seseorang dalam menjalankan ajaran agamanya akan menentukan perjalan proses kepemimpinan. Tentu saja bukan dalam tataran formal ritual ibadah namun sampai pada taraf hakekat dalam beribadah, misal rajin puasa Senin Kamis, bukan saja hanya merasakan lapar dan haus, namun sampai pada derajat mampu berempati kepada orang-orang yang dipimpin yang memang kesulitan makan setiap harinya. Empati atas kesulitan yang dialami orang lain adalah instrumen penting bagi sorang pemimpin bangsa.<br />
Kedua, seorang pemimpin adalah yang mampu untuk menoleh kebelakang ke arah makmum dan mengatur shaf sholat berjamaah. Dari Anas, bahwasannya Nabi SAW telah bersabda: &#8220;<strong><em>Aturlah Shaf-shaf (Sembahyang) kamu dan dekatkanlah antaranya, dan ratakanlah dengan tengkok-tengkok</em></strong>.&#8221; Sholat berjamaah mengajarkan kepada imam untuk selalu memperhatiakan kondisi makmum. Artinya seorang yang patut ditunjuk sebagai pemimpin kalau dalam dirinya muncul sifat-sifat yang selalu memperhatikan kondisi orang-orang yang dipimpin.<br />
Ketiga, seorang pemimpin menurut logika sholat berjamaah adalah yang berusaha selalu memudahkan urusan orang-orang yang dipimpinnya. Dari Abi Hurairah, bahwasannya Nabi SAW telah bersabda: &#8220;<strong><em>Apabila seseorang dari kamu mengimami manusia, hendaklah ia meringankannya, karena diantara mereka ada yang kecil dan yang tua dan yang lemah dan yang mempunyai keperluan, tetapi ia bersembahyang sendirian, maka bolehlah ia sembahyang sebagaimana ia suka</em></strong>.&#8221; Namun memudahkan bukan berarti tidak sesuai prosedur. Memudahkan disini adalah kalo birokrasi bisa simple, maka tidak perlu dibuat berbelit-belit.<br />
Keempat, seorang pemimpin yang di tuntunkan menurut sholat berjamaah adalah kalau sang imam khilaf dalam mengerjakan sholatnya maka makmum mengingatkan sang imam dengan mengucapkan Subhanallah, sehingga sang imam kembali menjalankan tiap rukun sholat dengan benar. Tidak ada dalam sejarah kalau imam diingatkan oleh makmum, sang imam akan marah-marah kemudian memaki-maki makmum. Artinya seorang pemimpin yang ideal adalah kalo ia salah maka ia cepat-cepat koreksi atas semua salahnya, baik dengan cara diingatkan oleh orang-orang yang dipimpinnya atau atas kesadarannya sendiri.<br />
Kalau keempat kriteria di atas ada dalam diri seorang pemimpin, Insya Alloh Negara kita akan menjadi negara yang <em>Baldatun thoyyibatun warabbun ghafuur. Amiin Yaa Rabbal&#8217;aalamiin.</em><br />
<em>Wallahu&#8217;alam bishshawaab.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sakamadani.blog.ekonomisyariah.net/?feed=rss2&amp;p=97</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Misteri Mengorok Diungkap Ilmuwan</title>
		<link>http://sakamadani.blog.ekonomisyariah.net/?p=93</link>
		<comments>http://sakamadani.blog.ekonomisyariah.net/?p=93#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 May 2009 21:05:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sakamadani</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<category><![CDATA[Misteri Mengorok Diungkap Ilmuwan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sakamadani.blog.ekonomisyariah.net/?p=93</guid>
		<description><![CDATA[Mendengkur termasuk salah satu bidang penelitian pakar modern. Bahkan di Jerman ada museum khusus tentang mendengkur.
Oleh: Catur Sriherwanto
Hidayatullah.com&#8211;Allah menjadikan tidur sebagai nikmat besar bagi hamba-Nya. Tidur juga merupakan tanda-tanda dari Allah yang dibentangkan di hadapan manusia, agar ia berupaya menguak rahasianya. Dengan tersingkapnya rahasia ini, manusia diharapkan merasakan nikmat karunia Allah itu, dan pada akhirnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mendengkur termasuk salah satu bidang penelitian pakar modern. Bahkan di Jerman ada museum khusus tentang mendengkur.</p>
<p>Oleh: Catur Sriherwanto</p>
<p>Hidayatullah.com&#8211;Allah menjadikan tidur sebagai nikmat besar bagi hamba-Nya. Tidur juga merupakan tanda-tanda dari Allah yang dibentangkan di hadapan manusia, agar ia berupaya menguak rahasianya. Dengan tersingkapnya rahasia ini, manusia diharapkan merasakan nikmat karunia Allah itu, dan pada akhirnya menghaturkan syukur, serta mengakui kuasa Allah, Sang Pencipta tanpa tara.</p>
<p>Mendengarkan tidur</p>
<p>Seruan agar manusia memahami kehebatan Allah pada fenomena tidur nampaknya sangat penting. Bahkan sampai ada ayat khusus yang Allah wahyukan berkenaan dengan hal itu: <strong><em>“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah tidurmu di waktu malam dan siang hari dan usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan.” </em></strong>(QS. Ar Ruum, 30:23)</p>
<p>Di ujung ayat Al Qur’an tersebut ada penegasan “Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan.” Sejenak barangkali kita bertanya, apa hikmah di balik pemakaian kata “mendengarkan”? Mengapa bukan “melihat” atau anjuran mengindera dengan cara lain? Pastilah ada hal besar di sini, sehingga Allah sengaja menyuruh manusia untuk “mendengarkan” fenomena tidurnya di malam dan siang hari serta upayanya mencari sebagian karunia-Nya. Apakah hikmah itu?</p>
<p>Sudah pasti Allah-lah yang paling tahu keseluruhan kandungan makna perintah “mendengar” tersebut. Namun, marilah kita selami sedikit hikmah perintah “mendengarkan” itu dalam kehidupan sehari-hari, dan kita batasi bahasan kali ini mengenai tidur saja.</p>
<p>Jika ada anjuran untuk “mendengarkan” fenomena tidur, maka sudah tentu yang didengarkan adalah suara atau bunyi. Dan salah satu di antara bunyi yang dihasilkan aktifitas tidur adalah mengorok atau mendengkur. Benarkah mendengkur itu bukan peristiwa remeh sehingga tidak patut diacuhkan, apalagi dijadikan bahan tertawaan?</p>
<p>Penelitian mengorok</p>
<p>Bagi orang yang menganggap “mengorok” sebagai hal biasa, maka tidak ada hal istimewa yang bisa diungkap. Namun bagi mereka yang serius mengkaji hal yang sekilas tampak sepele ini, maka mengorok adalah hal yang sungguh penting. Apalagi jika mengingat bahwa Allah, Pencipta Mahasempurna, adalah yang menciptakan peristiwa mengorok itu. Tidak mungkin ada kesia-siaan dalam penciptaan mendengkur.</p>
<p>Kita bisa membuktikan hal ini melalui situs pencari terbitan ilmiah PubMed, dan memasukkan kata “snoring” (yang berarti “mengorok”) pada kolom “title” (judul). Akan kita dapati bahwa hingga sekarang sudah 1000 lebih karya ilmiah tentang mendengkur yang diterbitkan ilmuwan mancanegara. Jika pengetahuan tentang mengorok bukan hal penting, para peneliti tidak akan bersusah payah menulis karya ilmiah seberlimpah itu.</p>
<p>Satu dari sekian banyak karya ilmiah terbaru tersebut adalah hasil penelitian Ozgur Yoruk dkk. dari fakultas kedokteran Universitas Atatürk, Turki. Tulisan itu terbit di jurnal European Archives of Oto-rhino-laryngology baru-baru ini. Mereka mengulas hasil penelitian tentang teknik pengobatan yang dilakukan melalui operasi pada bagian dalam mulut yang seringkali bergetar dan memunculkan suara di saat mengorok, yakni jaringan pada anak tekak dan langit-langit mulut pasien. Teknik yang mereka kembangkan ini dinamakan Modified Radiofrequency-Assisted Uvulopalatoplasty (MRAUP).</p>
<p>Ilmuwan gencar meneliti fenomena mengorok karena pada sebagian orang mengorok menimbulkan masalah besar. Masalah ini dapat berupa gangguan kesehatan atau tidak harmonisnya hubungan antar manusia.</p>
<p>Mendengkur juga bisa merupakan gejala berbagai macam kelainan pernapasan yang berkaitan dengan tidur. Kelainan ini muncul akibat penyumbatan saluran udara yang terjadi di saat tidur. Penyumbatan pada tingkat kecil menyebabkan peristiwa mengorok biasa yang tidak berakibat fatal.</p>
<p>Meskipun demikian, suara dengkuran yang terlalu berisik berakibat mengganggu pendamping tidur, keluarga, bahkan tetangga. Dengkuran superkeras merupakan sebuah pencemaran suara dan berdampak buruk pada kerukunan hidup sesama manusia. Contohnya adalah Alan Myatt asal Inggris, yang tercatat sebagai pendengkur terkeras dengan kekuatan 112,8 desibel. BBC menggambarkan angka ini setara dengan kebisingan suara mesin jet. Ia menuturkan bahwa dengkurannya tidak saja mengganggu sang istri, tapi juga para tetangganya.</p>
<p>Jika penyumbatan saluran udara ketika tidur itu sangat parah, bahkan tersumbat sama sekali, ini mengakibatkan gangguan yang disebut sebagai sindrom terhentinya napas saat tidur (Obstructive Sleep Apnea, OSA) – apnea secara harfiah berarti “berhenti bernapas”. Pendengkur yang menderita kelainan ini seringkali berhenti bernapas selama 1 menit atau lebih di saat lelap tidur. Kelainan ini di antaranya berdampak buruk pada penyakit jantung, tekanan darah, dan daya ingat.</p>
<p>Untuk membantu orang-orang seperti inilah para pakar melakukan penelitian ilmiah tentang upaya pengobatan pasien pendengkur, baik melalui operasi atau bukan operasi. Selain dalam bentuk tulisan ilmiah, upaya mereka ini juga terwujud dalam aneka macam teknologi atau alat bantu bagi para pengorok.</p>
<p>Museum mendengkur</p>
<p>Schnarch-Museum Alfeld atau Museum Mengorok Alfeld di Jerman menjadi saksi bahwa mengorok merupakan sesuatu yang luar biasa. Mengorok telah memunculkan kreatifitas manusia dalam rangka membantu sesama mereka yang memiliki masalah tersebut. Bermarkas maya di www.schnarchmuseum.de , museum ini didirikan oleh The Alfelder Schlafapnoe- Gesellschaft (ASG), yakni perkumpulan masyarakat di Alfeld yang memiliki perhatian terhadap apnea.</p>
<p>Museum ini menampilkan berbagai macam perangkat penanggulangan mengorok dari berbagai belahan dunia, yang kuno dan modern. Selain perangkat elektronik dan non-elektronik berbentuk unik, museum yang buka Sabtu Ahad ini memamerkan pula berbagai macam obat-obatan yang diramu untuk membantu meringankan penderitaan para pendengkur.</p>
<p>Demikianlah, tak sekejap apa pun peristiwa di depan mata, tak seberisik apa pun suara yang tertangkap telinga, melainkan ada hikmah maha-agung di balik itu semua. Ini karena Allah menciptakan setiap rincian terkecil hingga terbesar di setiap penjuru alam semesta dengan tujuan dan makna yang haq yang mampu diungkap oleh mereka yang bersungguh-sungguh menggunakan indera, akal dan hati mereka:</p>
<p>“Kami tiada menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya melainkan dengan (tujuan) yang benar dan dalam waktu yang ditentukan.” (QS. Al Ahqaf, 46:3)</p>
<p>Referensi:</p>
<p>1). NM Al Lawati et al. (2009). “Epidemiology, Risk Factors, and Consequences of Obstructive Sleep Apnea and Short Sleep Duration”. Obstructive Sleep Apnea Symposium. January-February 2009. Progress in Cardiovascular Diseases Vol 51 (4): 285-293.</p>
<p>2). C Main et al. (2009). “Surgical procedures and non-surgical devices for the management of non-apnoeic snoring: a systematic review of clinical effects and associated treatment costs.” January 2009. Health Technology Assessment 2009; Vol. 13 (3): iii, xi-xiv, 1-208.</p>
<p>3). O Yoruk et al. (2009). “Treatment of primary snoring using modified radiofrequency-assisted uvulopalatoplasty.” February 2009. European Archives of Oto-rhino-laryngology. [Epub ahead of print]</p>
<p>4). American Sleep Apnea Association Information (2008). “Sleep Apnea Association Information”. (http://www.sleepapnea.org/info/index.html , dikunjungi pada 14 Mei 2009).<br />
5). Medical College of Wisconsin (2007). “Uvulopalatoplasty (UP)”. (http://www.mcw.edu/sleepmed/ObstructiveSleepApneaOSA/SurgeriesforOSA/UvulopalatoplastyUP.htm , dikunjungi pada 14 Mei 2009)</p>
<p>6). BBC News (2001). “Quiet night&#8217;s sleep for &#8216;world&#8217;s loudest man&#8217;”. 19 June 2001. (http://news.bbc.co.uk/2/hi/health/1396836.stm , dikunjungi pada 14 Mei 2009)</p>
<p>7). Museum of Snoring Alfeld. (http://www.schnarchmuseum.de/html/englisch.html , dikunjungi pada 14 Mei 2009)</p>
<p><strong><em>Sumber: www.hidayatullah.com </em></strong></p>
<p><a href="http://clickserve.cc-dt.com/link/tplclick?lid=41000000028362648&amp;pubid=21000000000197884" target="new"><img src="http://clickserve.cc-dt.com/link/tplimage?lid=41000000028362648&amp;pubid=21000000000197884" border="0"/></a></p>
<p><a href="http://clickserve.cc-dt.com/link/tplclick?lid=41000000028167124&amp;pubid=21000000000197884" target="new"><img src="http://clickserve.cc-dt.com/link/tplimage?lid=41000000028167124&amp;pubid=21000000000197884" border="0" alt="Appleseeds- 468 x 60- New Appleseeds Online Outlet Store"/></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sakamadani.blog.ekonomisyariah.net/?feed=rss2&amp;p=93</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>KEAGUNGAN ISLAM &#38; TENAGA KERJA WANITA</title>
		<link>http://sakamadani.blog.ekonomisyariah.net/?p=83</link>
		<comments>http://sakamadani.blog.ekonomisyariah.net/?p=83#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 May 2009 08:53:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sakamadani</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Program Baitul Maal Saka Madani]]></category>

		<category><![CDATA[berita-berita yang sangat menyayat hati tentang kondisi tenaga kerja kita di luar negeri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sakamadani.blog.ekonomisyariah.net/?p=83</guid>
		<description><![CDATA[Sering kita dengar dan kita lihat dari media masa baik elektronik maupun cetak, berita-berita yang sangat menyayat hati tentang kondisi tenaga kerja kita di luar negeri, terutama tenaga kerja wanita. Pahlawan devisa kita tersebut kerap mengalami penyiksaan fisik dan psikis di tempat mereka mencari nafkah.
Betapa tidak menyayat hati, ketika mereka meninggalkan anak dan suami dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left">Sering kita dengar dan kita lihat dari media masa baik elektronik maupun cetak, berita-berita yang sangat menyayat hati tentang kondisi tenaga kerja kita di luar negeri, terutama tenaga kerja wanita. Pahlawan devisa kita tersebut kerap mengalami penyiksaan fisik dan psikis di tempat mereka mencari nafkah.</p>
<p>Betapa tidak menyayat hati, ketika mereka meninggalkan anak dan suami dengan kondisi yang sehat kemudian pulang dengan kondisi cacat permanen. Banyak diantara mereka yang disiksa majikannya bahkan ada yang sampai kehilangan nyawa mereka, pulang tinggal nama.  Lebih menusuk di hati karena sebagaian besar kejadian tersebut terjadi di Jazirah Arab, dimana di Jazirah tersebut adalah representasi Islam. Di mana Alloh SWT menegakkan panji-panji kebesaranNya. Di tempat itulah pernah tumbuh dan berjuang menebarkan ajaran kasih sayang, seorang kekasih Alloh SWT yang sangat lembut hatinya yang mencurahkan segenap jiwa, harta, tenaga, fikiran dan hati untuk kebahagiaan pengikutnya dunia akhirat, dialah baginda Rasul Muhammad SAW.</p>
<p>Alloh berfirman dalam surah An Nissaa’ ayat 36 :</p>
<p>“<strong><em>Berbuat baiklah kepada dua orang Ibu Bapakmu, karib kerabat, anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, Ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri”</em></strong>.</p>
<p>Dalam ayat tersebut jelas disebutkan <strong><em>berbuat baiklah</em></strong>. Yang terjadi sekarang adalah jauh panggang daripada api. Islam sangat menekankan kasih sayang, kebaikan kepada orang lain bahkan hamba sahaya sekalipun.</p>
<p>Dari Ibnu ‘Umar ra. Bahwasannya Rasulullah SAW bersabda: <em>“Ada  seorang perempuan masuk neraka karena masalah kucing, dimana  ia mengurungnya sampai kucing itu mati. Perempuan itu tidak memberi makan dan minum kepada kucing itu padahal ia mengurungnya dan ia tidak mau melepaskannya agar kucing itu mencari serangga atau binatang-binatang kecil lainnya di bumi ini untuk dimakannya”</em> <strong>(Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim)</strong>.</p>
<p>Dari Abu Mas’ud Al Badry r.a. berkata : <em>“Sewaktu saya memukul budakku dengan cambuk, saya mendengar ada suara dari arah belakang: “Ketahuilah wahai Abu Mas’ud”. Karena sedang marah saya tidak mengetahui suara siapakah itu. Ketika sudah dekat ternyata orang yang bersabda itu adalah Rasulullah SAW, kemudian beliau melanjutkan sabdanya: “Ketahuilah wahai Abu Mas’ud bahwasannya Alloh itu lebih kuasa untuk menyiksa kamu daripada siksaanmu terhadap budak itu” Kemudian saya berkata “Saya tidak akan memukul seorang budak sesudah ini selama-lamanya”. Dalam riwayat lain dikatakan : “kemudian jatuhlah cambuk itu dari tanganku karena takutnya”. Dalam riwayat lain dikatakan: “Kemudian saya berkata ”Wahai Rasulullah, budak ini merdeka karena Alloh”. Beliau lantas bersabda “Seandainya kamu tidak segera memerdekannya niscaya kamu akan disiksa atau dibakar oleh api neraka”</em> <strong><em>( Hadits Riwayat Muslim)</em></strong>. <em><strong></strong></em></p>
<p><em><strong>Luar biasa bukan?</strong></em></p>
<p>Betapa sebetulnya Islam sangat menjunjung tinggi kasih sayang. Hanya karena kucing yang mati karena tidak diberi makan bisa membuat seseorang masuk neraka, apalagi yang melakukan penyiksaan terhadap pembantu rumah tangga dalam hal ini tenaga kerja wanita kita di luar sana.</p>
<p>Adalah suatu yang berbeda, antara ajaran dan orang-orang yang menjalankannya. Kejelekan suatu umat tidak sama dengan ajaran agamanya. Jika banyak orang Arab yang mayoritas adalah pemeluk Islam memperlakukan tenaga kerja wanita Indonesia tidak manusiawi, tidak bisa kita menganalogikan bahwa Islam melegalkan penyiksaan. Sebuah ironi yang entah sampai kapan akan berakhir.</p>
<p>Kasih sayang yang merupakan ajaran  Islam terbenam oleh kekejian segelintir manusia yang kebetulan bertempat tinggal di Jazirah  Arab yang mengatasnamakan Islam sebagai pedoman hidupnya.</p>
<p>Yang jelas mutiara tetaplah mutiara walaupun kotor ditutupi debu keangkuhan manusia.</p>
<p><strong><em>Wallahu’alam bishshawab.</em></strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sakamadani.blog.ekonomisyariah.net/?feed=rss2&amp;p=83</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
