Archive for the 'Program Baitul Maal Saka Madani' Category

Aug 30 2009

Profile Image of sakamadani
sakamadani

Jihad Fisabilillah : menurut Dasar Hukum Syariah Islam

Jihad Fisabilillah : menurut Dasar Hukum Syariah Islam
ألسـلام عليكم ورحمة الله وبركاتهبِســمِ اللهِ الرَّحْمَـنِ الرَّحِيـم

Al-’Imran (3) : 142

أَمْ حَسِبْتُمْ أَن تَدْخُلُواْ الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَعْلَمِ اللّهُ الَّذِينَ جَاهَدُواْ مِنكُمْ وَيَعْلَمَ الصَّابِرِينَ

Dalam Al Qur’anul Karim pada Juz 4 Surrah III Ali Imron : 142, yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dari bahasa aslinya Arab, mudah-mudahan sesuai dengan isi, pokok, dan maksud serta hikmah sesuai dengan yang aslinya, sebagaimana berikut :

“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad diantaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar.” Surrah III Ali Imron : 142

Menurut Syariah Islam (berdasarkan buku Al qur’an dan Terjemahannya, Yayasan Penyelenggara Penterjemah/Pentafsir Al Qur’an Republik Indonesia, 1971, Hadiah dari : Raja Fahd ibn ‘Abdl al ‘Azis Al sa’ud), yang dimaksud dengan ‘jihad fisabilillah’ adalah :

  1. Berperang untuk menegakkan Islam dan melindungi orang-orang Islam;
  2. Memerangi hawa nafsu;
  3. Mendermakan harta benda untuk kebaikan dan umat Islam;
  4. Memberantas yang ‘Bathil’ (Salah) dan menegakkan yang ‘Haq’ (benar)

Dalam perspektif modern dan keadaan yang terjadi pada era tahun 2000-an ini, juga berdasarkan ajaran Allah سبحانه وتعلى dalam salah satu ayat-Nya yang menceritakan tentang hewan: Lebah, dimana sifat lebah tersebut adalah :

  • Lebah hanya mau memakan sari pati dari suatu tumbuhan. Sari pati tumbuhan adalah suatu inti dari sebuah pohon dan merupakan sesuatu yang bersih/suci.
  • Di dalam rumahnya, lebah menghasilkan suatu zat yang bernama madu, yang dapat berguna bagi makhluk-Nya yang lain, makhluk-Nya yang paling sempurna, yaitu manusia.
  • Ketika Lebah mencari makan, dan terlebih dimanapun dia berada, ia tidak akan mengakibatkan kerusakan, bahkan pada tempat dimana dia mencari makan sekalipun, dan walaupun wujudnya kecil sekalipun, yaitu ujung putik sebuah bunga.
  • Semangat persatuan lebah sangat tinggi, terutama ketika ia atau keluarganya diusik. Ia tidak segan-segan dan tanpa rasa takut akan berusaha melawan, hingga mungkin nyawanya pun tidak dia hiraukan keselamatannya, dan walapun lawannya mempunyai fisik yang jauh lebuh besar dan sempurna dari dirinya.

Subhanallah…..sebuah ajaran yang sangat indah dari Allah سبحانه وتعلى. Umat Islam, yang dapat bertindak atas nama individu yang mewakili diri pribadinya masing-masing, maupun sebagai sebuah jama’ah yang bertindak mewakili dan merupakan cerminan sebuah umat, umat berakhlak mulia, dibawah pimpinan Rasulullah صلى الله عليه وسلّم, maka umat Islam harus menjadi makhluk-Nya yang bermanfaat dan tidak boleh membuat kerusakan di muka bumi ini. Hal itu dikarenakan pula bahwasanya, manusia adalah ‘khalifah’ pemimpin di muka bumi, bukan pimpinan yang sering arogan dan membuat kerusakan di muka bumi.

Wahai saudara-saudaraku….marilah kita ingat, ketika Allah سبحانه وتعلى menawarkan kepada semua makhluk-Nya, untuk menjadi ‘khalifah’ di muka bumi Allah سبحانه وتعلى ini, hanyalah manusia, satu-satunya makhluk yang bersedia, ketika makhluk-makhluk-Nya yang lain tiada sanggup untuk menjunjung tugas mulia itu. Terlebih lagi, kita umat muslim adalah manusia termulia, untuk itulah marilah kita mejadi makhluk-Nya yang bermanfaat dan tidak membuat kerusakan, minimal terhadap diri kita sendiri dan lingkungan kita.

Marilah kita tegakkan Syiar Islam, sebagaimana saat Rasulullah صلى الله عليه وسلّم berdakwah. Dengan kasih sayang dan sifat pemaaf. Jika memang JIHAD itu ditafsirkan sebagai perang, marilah kita kembalikan kepada tuntunan dan ajaran Allah سبحانه وتعلى pada sifat lebah sebagai mana tertulis di atas. Dan itu adalah sebuah jalan akhir, jika memang sudah tertutup jalan yang lain selain perang. Bukan berarti umat Islam adalah sebuah umat yang lemah atau pun penakut. Allahu Akbar….. Allah سبحانه وتعلى Maha Besar dan Maha Kuasa.

Marilah kita buka mata kita…hati kita, berpikirlah secara dingin dan rasional terhadap kejadian yang akhir-akhir ini menimpa kita: antar sesama muslim telah diadu domba, baik antar jama’ah maupun antar Negara !!! Subhanallah …..Bukankah demikian ??????? Kita tidak usah sibuk mencari-cari oleh siapa …. dan tujuannya dibalik itu semua. Karena memang sudah jelas…dan sangat jelas tertulis dalam Al Qur’anul Karim, siapakah gerangan dibalik semua ini !!!!

Yang perlu kita lakukan adalah : marilah kita kembali kepada Al Qur’an dan As Sunnah, karena itu adalah senjata utama kita. Marilah kita menjadi umat dan jama’ah yang KUAT, kuat dalam bidang PERSATUAN…..kuat bidang EKONOMI…..dan terlebih kuat dalam AKHLAK !!! Jika itu telah kita lakukan, yakinlah bahwa Allah سبحانه وتعلى bersama kita. TIDAK MUNGKIN TIDAK !! Allahu Akbar … Allahu Akbar… Allahu Akbar….!!!!!

Sebagai kata penutup, marilah kita ingat dan selalu kita tanamkan ke dalam benak kita, terhadap salah satu keindahan perintah-Nya :

Al-’Imran (3) : 103

وَاعْتَصِمُواْ بِحَبْلِ اللّهِ جَمِيعاً وَلاَ تَفَرَّقُواْ وَاذْكُرُواْ نِعْمَتَ اللّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنتُمْ أَعْدَاء فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُم بِنِعْمَتِهِ إِخْوَاناً وَكُنتُمْ عَلَىَ شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ النَّارِ فَأَنقَذَكُم مِّنْهَا كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ“

Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan ni’mat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena ni’mat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.” Surrah Al-’Imran (3) : 103

Semoga bermanfaat.

وألسـلام عليكم ورحمة الله وبركات

Artikel terkait : Jihad Fisabilillah !!! Haruskah dengan kekerasan?? Silahkan baca disini

R&D
SAKAMADANI
http://sakamadani.blog.ekonomisyariah.net/

No responses yet

May 15 2009

Profile Image of sakamadani
sakamadani

KEAGUNGAN ISLAM & TENAGA KERJA WANITA

Sering kita dengar dan kita lihat dari media masa baik elektronik maupun cetak, berita-berita yang sangat menyayat hati tentang kondisi tenaga kerja kita di luar negeri, terutama tenaga kerja wanita. Pahlawan devisa kita tersebut kerap mengalami penyiksaan fisik dan psikis di tempat mereka mencari nafkah.

Betapa tidak menyayat hati, ketika mereka meninggalkan anak dan suami dengan kondisi yang sehat kemudian pulang dengan kondisi cacat permanen. Banyak diantara mereka yang disiksa majikannya bahkan ada yang sampai kehilangan nyawa mereka, pulang tinggal nama. Lebih menusuk di hati karena sebagaian besar kejadian tersebut terjadi di Jazirah Arab, dimana di Jazirah tersebut adalah representasi Islam. Di mana Alloh SWT menegakkan panji-panji kebesaranNya. Di tempat itulah pernah tumbuh dan berjuang menebarkan ajaran kasih sayang, seorang kekasih Alloh SWT yang sangat lembut hatinya yang mencurahkan segenap jiwa, harta, tenaga, fikiran dan hati untuk kebahagiaan pengikutnya dunia akhirat, dialah baginda Rasul Muhammad SAW.

Alloh berfirman dalam surah An Nissaa’ ayat 36 :

Berbuat baiklah kepada dua orang Ibu Bapakmu, karib kerabat, anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, Ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri”.

Dalam ayat tersebut jelas disebutkan berbuat baiklah. Yang terjadi sekarang adalah jauh panggang daripada api. Islam sangat menekankan kasih sayang, kebaikan kepada orang lain bahkan hamba sahaya sekalipun.

Dari Ibnu ‘Umar ra. Bahwasannya Rasulullah SAW bersabda: “Ada seorang perempuan masuk neraka karena masalah kucing, dimana ia mengurungnya sampai kucing itu mati. Perempuan itu tidak memberi makan dan minum kepada kucing itu padahal ia mengurungnya dan ia tidak mau melepaskannya agar kucing itu mencari serangga atau binatang-binatang kecil lainnya di bumi ini untuk dimakannya” (Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim).

Dari Abu Mas’ud Al Badry r.a. berkata : “Sewaktu saya memukul budakku dengan cambuk, saya mendengar ada suara dari arah belakang: “Ketahuilah wahai Abu Mas’ud”. Karena sedang marah saya tidak mengetahui suara siapakah itu. Ketika sudah dekat ternyata orang yang bersabda itu adalah Rasulullah SAW, kemudian beliau melanjutkan sabdanya: “Ketahuilah wahai Abu Mas’ud bahwasannya Alloh itu lebih kuasa untuk menyiksa kamu daripada siksaanmu terhadap budak itu” Kemudian saya berkata “Saya tidak akan memukul seorang budak sesudah ini selama-lamanya”. Dalam riwayat lain dikatakan : “kemudian jatuhlah cambuk itu dari tanganku karena takutnya”. Dalam riwayat lain dikatakan: “Kemudian saya berkata ”Wahai Rasulullah, budak ini merdeka karena Alloh”. Beliau lantas bersabda “Seandainya kamu tidak segera memerdekannya niscaya kamu akan disiksa atau dibakar oleh api neraka” ( Hadits Riwayat Muslim).

Luar biasa bukan?

Betapa sebetulnya Islam sangat menjunjung tinggi kasih sayang. Hanya karena kucing yang mati karena tidak diberi makan bisa membuat seseorang masuk neraka, apalagi yang melakukan penyiksaan terhadap pembantu rumah tangga dalam hal ini tenaga kerja wanita kita di luar sana.

Adalah suatu yang berbeda, antara ajaran dan orang-orang yang menjalankannya. Kejelekan suatu umat tidak sama dengan ajaran agamanya. Jika banyak orang Arab yang mayoritas adalah pemeluk Islam memperlakukan tenaga kerja wanita Indonesia tidak manusiawi, tidak bisa kita menganalogikan bahwa Islam melegalkan penyiksaan. Sebuah ironi yang entah sampai kapan akan berakhir.

Kasih sayang yang merupakan ajaran Islam terbenam oleh kekejian segelintir manusia yang kebetulan bertempat tinggal di Jazirah Arab yang mengatasnamakan Islam sebagai pedoman hidupnya.

Yang jelas mutiara tetaplah mutiara walaupun kotor ditutupi debu keangkuhan manusia.

Wallahu’alam bishshawab.

No responses yet

Apr 19 2009

Profile Image of sakamadani
sakamadani

Mari, Bersama Kita Bisa : Hapus Pengemis di Bumi Pertiwi !!!

” Diriwayatkan dari Yahya bin Yahya dan Qutaibah bin Said,  keduanya menceritakan dari Hammad bin Zaid.   Yahya berkata : ~ ” Hammad bin Zaid menceritakan pada kami dari Harun bin Riyab,  Kinanah bin Nu’aim al-’Adawy dari Qobishah bin Muhariq al-Hilaly, ia berkata :~  ” Aku membawa beban berat, lalu mendatangi Rasulullah SAW, lalu aku bertanya kepada Nabi SAW tentangnya.

Beliau, Rasulullah SAW menjawab : ~~ ” Tinggallah kamu sampai shodaqoh datang, lalu kami memberikannya kepadamu.” ~~ Kemudian Rasulullah SAW bersabda :~~

” YA Qabishah sesungguhnya tidak boleh meminta-minta kecuali untuk tiga orang; Seseorang yang membawa beban berat, maka halal baginya meminta-minta sampai memperolehnya kemudian menghentikannya; Seseorang yang tertimpa bencana yang menghancurkan hartanya, halal baginya meminta-minta sampai mendapat makanan untuk hidup dan tegak kembali; dan Seseorang yang tertimpa kemiskinan sehingga tiga orang dari kaumnya membenarkan bahwa dia terimpa kemiskinan, maka halal baginya meminta-minta sampai mendapat makanan untuk hidup tegak kembali. Adapun meminta-minta diluar itu, HARAM ya Qabishah, MAKAN DARI HASILNYA PUN HARAM .”

( HR. MUSLIM )

Sudah sangat jelas Hukum / Syariah Islam, mari kita berantas mentalitas mengemis, bermula dari diri kita, keluarga kita, dan lingkungan sekitar kita. JANGAN JADIKAN MENGEMIS SEBAGAI SEBUAH PROFESI. Dan jangan jadikan suatu kejadian / keadaan yang sedang menimpa kita sebagai SEBUAH ALASAN untuk MENGEMIS !!!

Jika di kanan kiri kita masih ada pengemis, jangan timpakan kesalahan kepada mereka 100 %, karena kita pun terkadang tanpa pikir panjang akan dengan sangat bangganya memberikan uang kepada mereka. Sudah yakinkah pemberian tersebut, bahwasannya ia akan menjadi dan mendatangkan manfaat >> KAIL bagi mereka ... ataukah akan menjadi RACUN terhadap mentalitas mereka, yang dengan sangat mudahnya, tanpa keahlian apapun, yang terpenting tidak mempunyai rasa MALU ( ‘rai gedheg : bhs Jawa.red ) … mendapatkan uang 100 rupiah dalam sekali tangan tengadah ??? Bahkan tidak segan2 dengan cara mengeksploitasi anak kecil dan penyakit, demi menjalankan profesinya. Disini terlah terjadi Hukum SEBAB dan AKIBAT. Tidak akan ada yang menerima, kalau tidak juga ada yang memberi !!! Menurut Syariah Islam, siapa saja asalkan termasuk dalam tiga golongan diatas, diperbolehkan untuk meminta-minta, tapi itu pun dengan CATATAN : Sampai batas waktu yang tertentu, bukannya sebuah kontinyuitas, apalagi profesi.

Lalu bagaimana sebaiknya umat Muslim bersikap ?? Bukankah Shodaqoh itu sebuah anjuran, dan ZAKAT itu sebuah kewajiban ?? Jawabannya adalah: SALURKANLAH KEWAJIBAN ZAKAT & AMALIYAH INFAQ DAN SHODAQOH ANDA KEPADA LEMBAGA-LEMBAGA ZIS YANG PROFESIONAL, YANG MEMPUNYAI AKUNTABILITAS TINGGI, DAN YANG TERPENTING… YANG DAPAT DIPERCAYA DAN ANDA PERCAYAI TERHAPAD AMANAH ANDA.

Mudah-mudahan, amanah-amanah Anda akan disalurkan dan bermanfaat kepada mereka, kaum yang berhak menerimanya, dan sesuai dengan tuntunan Islam. Amin Ya Rabbal ‘Alamin.

No responses yet

Older Posts »